Serba - serbi Dadakan

Oleh : Atna D

Kita masih menunggu kapan wabah covid-19 ini berlalu.
Sembari mendo’akan para medis sebagai sosok pejuang digarda terdepan saat ini.
Dan yang paling penting adalah menyiapkan diri menyonsong Ramadhan yang tinggal hitungan hari.
Ramadhan..🎼🎼
Ramadhan…🎼🎼
( versi Maher Zain ya )

Beberapa minggu ini beragam aktifitas terpusat di rumah masing-masing. Work From Home ( WFH ) istilah populernya.
Tiba-tiba rumah disulap menjadi kantor, sekolah, taman bermain, de el el.😀

Untuk sebuah adaptasi, pastilah semua ini perlu proses. Tentunya suatu hal yang mengundang jemu jika tak lihai berdamai dengan diri sendiri.😁

Apalagi selama ini sibuk dengan pekerjaan diluar rumah yang tidak kenal waktu. Memiliki jam terbang yang tinggi. Pergi pagi terburu – buru dan pulang malampun sudah sayu.
Tak dipungkiri, masa selonjoran pernah jadi impian. Tapi tak berkepanjangan seperti ini. Apalagi masa #dirumahaja ini membuat dapur tak lagi mengepul.

Sungguh, kitapun tetap harus bersyukur tanpa kendur.
Saat ini ‘masih bisa’ bekerja dari rumah dengan segala pernak-perniknya.
Lihatlah ada keharuan dibalik kejenuhan ini. Masih ada sosok lain yang tak mungkin berdiam #dirumahaja. Ibarat makan buah simalakama. Jika #dirumahaaja tidak aja jaminan kesejahteraan dari negara, maka keluar rumahpun virus merajalela.
Hingga baginya hari pun masih tetap sama, ada atau tidaknya Corona tetap bekerja.

Begitu juga dengan para medis, pejuang digarda terdepan saat negeri begitu ngeri. Semoga pahala perjuanganmu hanya Allah saja yang akan membalas.
Salut untukmu!

Yang #dirumahaja, apapun kondisinya tetaplah bersyukur. Berusaha untuk menstimulus hormon endorpin agar tetap bahagia😊
Konon katanya, rasa bahagia bisa meningkatkan imunitas juga. ( Mohon koreksi jika saya salah.

Insyaa Allah, kejenuhan ini akan segera berlalu. Kitapun berdoa dengan kerendahan jiwa kepada Rabb semesta agar pandemik inipun segera berakhir..
Aamiin.

Lihatlah lebih jelas, percaya atau tidak kini manusia dunia maya tampil hebat penuh kreativitas.
Berusaha membanjiri medsos dengan hal – hal positif. Sehingga sedikit mengalihkan ketakutan yang dapat melemahkan mental.
So, demi kewaspadaan, kita tetap patuhi himbauan ulama dan Umaro #dirumahaja.

Untuk selingan WFH yang super padat.
Dari hasil pengamatan saya, ternyata secara diam-diam kita mempunyai bakat yang selama ini terpendam.
Kevalidan pernyataan ini memang tidak digambarkan dalam sebuah grafik.
Ya, tidak perlu paparan ilmiah lah menurut saya.
Sebab itu berat😀
Sedangkan kita dihimbau untuk #dirumahaja.
Seperti tulisan inipun hanya dibuat sambil #rebahan saja.😃

Saya memang tidak berkunjung kerumah masing-masing.
Tapi pemilik akun medsos, secara spontan membagikan apa yang terjadi dengan hari – harinya.
Simpel!
Ya sesimpel itu, untuk mendapatkan informasi di era industri 4.0 ini. Slup..!

Hanya ngintip lewat status ‘dinding/wall’ Facebook atau WAG saja. Selesai deh, ketahuan semuanya. Wkwk..

Sambil leyeh-leyeh, setelah memantau pembelajaran daring.
Tak apalah sejenak mampir. Sekedar meninggalkan jejak. Sebab ada juga tipe manusia sangat bahagia jika melihat like, comment, share ( LCS ) dari setiap postingan nya.
Hayoo!! Ngaku.😛

Dan Kita pun berhak untuk memilih, meninggalkan jejak atau tidak😀.
Biar tidak berlama-lama tinggal scroll saja, jika menarik ya tinggal kasih tanda jempol 👍🏻 atau klik subcribe.
Tanda jempol/klik subcribe saja yang ‘gratis’ saja bisa menaikan rating lho, guys😃😃

Karena aktifitas #dirumahaja, maka banyak hal yang mendadak.
Semoga saja serba-serbi mendadak ini tetap positif.

Apa saja yang mendadak itu?

🔥Mendadak master chef👩‍🍳👨🏻‍🍳

Nah, #dirumahaja itu bikin baper #eh laper😁
Apalagi sekarang musim hujan.
Yang hangat-hangat, sikat🤤
Mutar – mutar sedikit, eh laper lagi.
Jika sering keluar rumah, ya jelas ngeri – ngeri sedap ya.
Ya sudahlah.
Manfaatkan waktu dengan mulai rajin eksekusi beragam menu dalam hingga luar negeri.

Ya, bagi yang punya bahan pas – Pasan pun ikutan latah.
Apapun bahan yang ada, yang
penting bisa untuk ngemil😃
Hitung – hitung belajar untuk bisa survive
Cuss.. langsung tancap kompor gas🔥

Bagaimanapun hasil eksperimennya, dengan Camera HP atau dengan sorotan zoom DLSR pasti akan membuat ngiler bagi yang melihatnya.
Cekrek!

Sehingga semua peristiwa balik layar cukuplah mengendap saja.
Yang penting bisa tampil diberanda.

Namun, bagaimanapun sedapnya masakan, akan lebih berkah jika tetangga pun ikut menikmatinya.
Setidaknya kepada yang paling dekat dengan pintu rumah saja. InsyaAllah mereka tetanggapun #dirumahaja meski sering tak kelihatan.😃
Semoga kecanggihan teknologi, tidak merubah nilai untuk tetap berbagi.

Ironis, apabila tetangga hanya dapat postingan saja.🧆🍜🍲
Dibalik kenyang dan senyum bahagia kita, mungkin ada yang sedang menahan perih karena kelaparan. Setidaknya, bisa menjaga keinginan para bumil yang sedang ngidam berat ( Sabar ya debay🌹 )

🔥Mendadak puitis🌹

Masa #dirumahaja ini juga menyulap seseorang untuk sedikit baper. Baper yang bertemakan Rindu ( termasuk diriku )😃
Beberapa hari ini beranda medsosku mulai berseliweran puisi – puisi tentang rindu.
Yang merayu tanpa ba bi bu..
Rasa inginkan sebuah titik temu.
Apalagi diguyur hujan, luapan rasa itu semakin Syahdu.
( Uhui.. )🥰

Hanya penulis yang mengetahui latar belakang karyanya.
Apakah rangkaian aksara tersebut karena luapan emosi yang meledak menjadi bom waktu atau hanya sekedar mendadak rindu.

Dengan #dirumahaja, mungkin sudah bisa membuat sebuah buku.

Profit kan?

Yuks, siapa yang mau action?

🔥Mendadak super Kuadrat

Para emak memang sudah dikenal memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. MaasyaAllah, ini semua anugerah terindah dari Allah.
Sebagai modal menjalani beragam tugas utama sebagai istri/ibu didalam bahtera rumah tangga.
Menyelesaikan urusan dapur, sumur, kasur, bahkan ada juga merangkap sebagai wanita karir.

Sejak merebaknya wabah virus Corona, para emak yang multitasking kembali beraktivitas #dirumahaja.

Diantara rengekan bocil tetap menyelesaikan tugas utama dirumah. Apalagi pekerjaan kantorpun sering deadline.
Si kecilpun sering cemburu saat emak lebih sering berkutat dengan gadget atau laptop, dan media kerja lainnya. Karena setiap hari memantau pembelajaran daring. Rekap ini, itu. Laporan ini, laporan itu.
Untung saja sekarang, Mendikbud sudah bekerjasama dengan TVRI sebagai sarana belajar🤝🏻.
Tak jarang ujung-ujungnya dia protes, rebutan, dan sesekali tantrum.🥺

Ditambah sesekali ‘perang saudara’ karena semuanya sudah berkumpul.
Akurnya cuma beberapa waktu, tiba-tiba…
Duar.. ! duar..!

Emak harus pandai menjaga kewarasan. Memiliki kesabaran yang berlipat – lipat. Meski tak serta – merta obat mujarab, saat emosi sudah diubun – ubun.
Mungkin bisa duduk sejenak sambil makan coklat.

Subhanallah, para emak dituntut harus super kudrat,
Semoga lelah para emak tangguh berbayar syurga.

Ah, terima kasih sudah membaca Sampai endingnya.😉
Ini hanyalah celoteh emak yang baru belajar menulis.

Wassalam