Kawul & Sampah Antarkan Santri Ponpes Darul Hikmah ke Nasional

Simpang Tiga(27/08/2018); Agus Hendra

Satu kebanggaan tersendiri, kini kembali datang dari Santri Ponpes Darul Hikmah yang berhasil menyabet juara 1 cabang Teknologi Terapan Tepat Guna dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara V Provinsi Sumatera Barat di Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman 13 s/d 16 Agustus 2018 lalu. Dalam ajang bergengsi ini dihadiri 300 santri, ponpes yang mewakili Kemenag 19 kabupaten kota di Sumatera Barat.

 Dengan keberhasilan gemilang ini mengantarkan Tim asal Kemenag Kabupaten Pasaman Barat yakni M. Raihan Alifa Warsa, Farhan Abdi Arrahman dan A.R. Hakim ini mewakili Provinsi Sumatera Barat akan melanjutkan perjuangannya ke Nasional pada tanggal     1 s/d 9 Oktober di Provinsi Jambi mendatang.

Tim besutan Ust. Agus Hendra, S.Pd I (Kakak Pembina) ini awalnya tidak menyangka dan terkejut saat timnya di umumkan sebagai juara 1. “Alhamdulillah tim kami juara 1 diluar prediksi” Ungkap Rayhan dengan bahagia. “Kami siang malam bekerja keras melakukan uji coba, di mulai dari mencari bahan limbah sawit di pabrik, sampah plastik di tempat sampah, kaleng bekas di tempat pembuangan rosokan, cari sawit di kebun PTP dan tempat-tempat lainnya” lanjutnya.  Pasalnya, “ketika ajang perlombaan ini di gelar dilapangan bersama kontingen lain di hadapan juri, peserta lain tidak sedikit menggunakan bahan bekas hasil olahan teknologi kekiniian, hasilnya seperti penyedot sampah, lampion dan lain-lain”. Tambah A.R. Hakim rekan satu tim.

Namun suasana unik dan berbeda di tunjukan oleh Rayhan dan tim asal Kabupaten Pasaman Barat ini, di lapangan terlihat kepulan asap dan beberapa perkakas yang berasal dari barang-barang bekas serta sampah yang siap untuk di olah. Adapun bahan alat dan kegiatnnya pertama; Kawul (Limbah padat sawit yang sudah terbuang dari pabrik) sebagai medianya, kawul ini dapat di manfaatkan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangga, dan api yang di hasilkan mampu berjam-jam dipakai untuk memasak apa saja. Kedua; Kaleng cat ukuran 5 Kg yang sudah di lobangi atasnya (Besar) serta samping bawah (Kecil), yang dijadikan tungku kompor di dalamnya berisi kawul yang di buatkan lubang berbentuk L dengan metode seperti ini maka api dengan bantuan angin akan hidup dengan sempurna, ketiga; penyulingan sampah menjadi minyak hal ini dilakukan juga menggunakan alat penyuling yang sederhana berasal dari kaleng bekas, pipa bekas serta selang bekas dalam penyulingannya, dan yang menariknya bahan bakar yang dipakai dalam menyulingan sampah plastik ini menggunakan kawul sebagai bahan bakarnya.

“Hasil akhir uji coba teknologi terapan tepat guna ini adalah kompor berbahan dasar kawul (Limbah sawit) untuk merebus telur sebagai sample nya dan Minyak hasil penyulingan limbah sampah plastik dengan bahan bakar dari kawul”. Lanjut Rayhan.

Saat di temui, H. Syawal Syuro (Kasi Kopontren) Kemenag Kabupaten Pasaman Barat mengungkapkan ”Dari tujuh cabang yang di perlombakan dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara V Provinsi Sumatera Barat ini, alhamdulillah Pasaman Barat dapat 1 untuk mewakili Provinsi Sumatera Barat ke tingkat Nasional adalah satu kebanggaan, dan patut kita beri apresiasi”. Dan harapan kita semua, mudah-mudahan di tingkat Nasional nanti Pasaman Barat dapat tetap dapat memberikan yang terbaik. Semoga. (ah)