Berita Terbaru :

Jumat, 06 Januari 2017

HUT ke-13, dan Pasbar yang Religius

Abri Maijon
Guru di SMP IT Darul Hikmah Pasaman Barat

Hari ini, tanggal 7 Januari 2017 Kabupaten Pasaman Barat genap berumur 13 tahun. Pasaman Barat dibentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Pasaman berdasarkan UU No.38 Tahun 2003. Daerah bersemboyan tuah basamo ini terus memperlihatkan geliatnya sebagai kabupaten yang berkembang dan bergerak maju. Negeri ini terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Potensi terbesar Pasaman Barat terletak pada sektor perkebunan kelapa sawit, jagung dan jeruk.
Memperingati hari jadi yang dilakukan setiap tahun tentu saja mempunyai pesan dan makna khusus bagi pemerintah daerah beserta pihak terkait dan juga kita sebagai warga. Sebagai momentum dalam rangka perbaikan kinerja, memperkokoh semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik pada masa selanjutnya. Yang sudah baik harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan.
HUT Pasaman Barat yang ke-13 sekaligus mereview sejumlah harapan dan impian warga yang belum terlaksana, serta menetapkan sejumlah program perbaikan. Melakukan evaluasi secara mendalam tentang apa saja yang telah dicapai dan yang belum diraih selama ini. Namun begitu, tiada yang lebih pantas dari pada mengungkapkan rasa syukur. Sekecil apapun kemajuan dan keberhasilan pembangunan Pasaman Barat yang kita rasakan hari ini tak lepas  dari rahmat Allah, tuhan yang maha kuasa.
Pasaman Barat kini, ada sebuah suasana berbeda yang luar biasa kita rasakan, yakni meningkatnya semangat spritual sebagian besar warga. Hadirnya berbagai kegiatan positif berbasis masjid yang digerakkan oleh warga dan pemuka. Inilah bagian dari suasana kesejukan yang berbeda itu.
Tak sampai disana, bak gayung bersambut berbagai kegiatan keagamaan juga mendapat sambutan hangat dari Pemda Pasaman Barat dalam hal ini Bupati dan Wakil Bubati. Keduanya kerap hadir memberikan sambutan dan dukungan serta turut serta bersama warga. Begitu juga lembaga MUI memberikan sokongan kuat, kementerian agama, kepolisian, ormas-ormas islam, para mubaligh dan tokoh-tokoh adat, pemuda, hingga pelajar.
Gelombang kebangkitan umat menjelma dalam beragam bentuk kesadaran baru, kegiatan spiritual yang mengharu biru dan kecintaan yang mendalam terhadap agama. Sejumlah kegiatan cikal bakal kebangkitan itu seperti gerakan magrib mengaji, gerakan subuh berjamaah, gerakan mengaji 30 Juz Al Quran yang diprakarsai ratusan pelajar Pasaman Barat di malam pergantian tahun, serta Pasaman Barat berzikir yang menghadirikan kristolog nasional Irene Handono yang digelar di halaman kantor Bupati Pasaman Barat. Terlihat hamparan massa memadati lapangan komplek kantor bupati setempat mengikuti rangkaian kegiatan zikir dan doa.  
Kebangkitan spiritualitas umat Islam Pasaman Barat mesti dimaknai secara positif terutama bagi pemerintah daerah dan stake holder terkait. Ini momentum yang tepat dalam rangka merajut kekuatan umat menuju kesolehan diri dan masyarakat. Hidupnya aktivitas-aktivitas keislaman mesti diapresiasi dan diberikan dukungan penuh. kita berharap semangat kebersamaan melalui beragam kegiatan ‘kembali ke surau’ terus bertahan kuat dan mengalir hingga ke setiap penjuru sudut Pasaman Barat.
Dengan begitu berbagai penyakit masyarakat (pekat) yang mengancam keselamatan masyarakat Pasaman Barat dapat diminimalisir, di samping penegakan hukum juga tetap berjalan tegas. Kita tidak menutup mata atas angka kriminalitas yang terjadi di bumi Pasbar, namun upaya prefentif dan pembinaan kepada masyarakat tidak boleh berhenti.

Semua kita tentu bertanggung jawab untuk upaya penyelamatan itu. Semoga gelora semangat kebangkitan umat pertanda awal hadirnya masyarakat Pasaman Barat yang semakin religius. Selamat ulang tahun ke-13. 
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.