Berita Terbaru :

Rabu, 19 Oktober 2016

Ukhuwah Unlimited


 Karya: Nursa'adah

Awalnya kita tak saling mengenal, tak pernah tahu masing-masing pribadi. Namun, aku tahu Allah sayang kita. Allah selalu tahu apa yang ada di balik tabir kehidupan ini. Hingga kita dipertemukan di suatu tempat yang luar biasa, sederhana, namun takkan pernah terlupakan. Muthmainnah, begitu cara kita menyebutnya. Berawal dari sapa mesra, canda hingga diperkenalkan dengan kata ukhuwah dan barakhir dilingkaran ukhuwah yang indah yang tiada akhirnya, insyaAllah.

Nanti  adalah malam terakhir salah satu senioran di pondokan,  kak Rahil baru saja menyelesaikan studinya dan akan segera mengabdikan ilmunya dikampung.  Setelah melewati satu tahun bersama, merajut ukhuwah yang indah dengan nano kehidupan, hadapi suka duka kehidupan ternyata menciptakan rasa cinta yang begitu luar biasa di hatiku begitu juga ukhtiku yang lainnya. Sore  ini aku kehilangan nafsu makanku, begitu juga saudaraku yang lainnya. Bukan masalah besar memang, kak Rahil hanya pulang dan bukan berarti ukhuwah ini akan berakhir. Tapi aku tahu, aku tidak boleh cengeng dan memperlihatkan kesedihanku.

Aku mengambil sepiring nasi, kususun rapi sayur dan lauknya agar terlihat lebih menarik, ku hampiri Aisyah dan Zahra yang sedang duduk termenung dikamar 3.
“ayo ukhti kita makan” sahutku bersemangat. Aisyah hanya menoleh, sementara Zahra seakan tidak menyadari kedatanganku.
“Aku tahu ini pasti terjadi, tapi pliisss kita makan dulu sebentar lagi magrib” desahku kembali.
Aisyah tersenyum getir, “ukhti aku sangat sedih, besok kak Rahil akan pulang, pasti dia akan sangat jarang kepondokan lagi kan..?”kata Aisyah dengan wajah cemberut.
“Ukhti, kan masih ada kakak yang lainnya? Ini bukan masalah besar, nanti kita juga akan terbiasa” kataku memberi semangat, walau sebenarnya didasar hati motivasi itu lebih cocok ku lontarkan untukku.
“Kita makan yuk ti, sebentar lagi adzan magrib” aku mencoba untuk tersenyum, kusuapi Aisyah dan Zahra dengan bergantian, aku benar-benar tidak melihat keceriaan diwajah mereka untuk sore ini, tapi aku harus tetap tersenyum untuk menyembunyikan kegelisahanku.

Adzan magrib berkumandang, seperti biasanya kami melaksanakan shalat magrib berjamaah dilanjutkan tilawah, tausiyah dan shalat isya berjamaah lagi.

Sehabis shalat isya kak Fifi mengumpulkan kami untuk acara perpisahan dengan kak Rahil, ku pandangi satu per satu wajah saudara-saudaraku, ada awan mendung disana, kak Fifi membuka acara dan langsung memberi waktu kepada kak Rahil untuk berbicara.
Kak Rahil membagikan kami satu surat per orang dan menyelinginya dengan tertawa garing.
“Kepada adik-adik semuanya, kakak sayang kalian, kakak akan kesini lagi suatu saat jika Allah menghendaki,”  kata kak Rahil setelah membagikan surat itu.
“Kalian hebat, surat yang kakak berikan, adalah isi hati kakak kepada kalian, kalian itu istimewa dan sangat berarti bagi kakak, kakak tidak ingin menangis untuk malam ini, karna kakak mencintai kalian dan cinta itu tidak memiliki rasa sakit, tidak ada alasan untuk kakak akan kesepian tanpa kalian karena ukhuwah itu seutuhnya tentang rindu” kata kak Rahil dengan wajah ceria.

Semua terpaku, terdiam dalam keheningan masing-masing. Kak Fifi mencoba mencairkan suasana dengan memberikan lelucon ringan tapi itu tidak berhasil membuat yang lainnya tersenyum atau bahkan tertawa.

Tidak ada acara kesan dan pesan kami untuk kali ini, karna semua enggan untuk berbicara.
Suasana berubah jadi sangat hening, diam tanpa kata, seakan-akan tombol volume sudah diputar penuh ke arah kiri. Atau bahkan tomol off sudah ditekan. Kak Rahil hanya tertawa sejak tadi, padahal semua orang tahu didasar hatinya dia sangat sedih untuk pulang besok.
Lalu kak Fifi angkat bicara untuk lebih mencairkan suasana,
“adek-adek tidak perlu sedih, kan masih ada hp, masih bisa smsan, masih bisa telponan, masih ada komunikasi  via facebook, dan satu hal yang perlu kita ingat, ukhwuah itu tidak mengenal jarak, jadi kalau rindu silahkan baca doa rhabithah” kata kak Fifi sambil menutup acara dengan doa rhobithah dan kafaratul majelis.

Semua orang mengambil posisi masing-masing, beranjak dari tempat duduk menuju kamar masing-masing, aku lebih memilih sudut rumah ini untuk kujadikan tempat membaca surat yang diberikan kak Rahil tadi, berlahan kubaca surat itu. Tanpa sadar mutiara bening jatuh dari sudut mataku, cepat-cepat ku sekah air mataku, takut akan ada yang melihatnya, inilah ukhuwah islamiyah, gumamku dalam hati.

Tiba-tiba Aisyah dan Zahra menghampiriku.
Ukhti, apa ukhti gak sedih? nampaknya dari tadi ukhti selalu saja tersenyum?” tanya Zahra kepadaku,
“apa kita harus memperlihatkan kesedihan kita ukhti.?” Aku balik bertanya. Zahra tertegun. “Aku tahu kalian bersedih, kalau kalian menangis dan aku menangis lantas siapa lagi yang akan tersenyum malam ini ukhti.? Tanyaku kembali.
“Iya, aku tahu ukhti,  apapun yang terjadi kita tidak boleh memutuskan ukhuwah ini ya ukh” kata Zahra, lalu aku dan Aisyah sama-sama tersenyum,,
“Ukhti ukhuwah itu seutuhnya tentang rindu, jadikan rhabitoh pengikatnya, jadikan doa ekspresi rindu, berpisahnya kita dengan kak Rahil bukan berarti memutuskan tali persaudaraan kita” desahku.

Akan ku simpan kenangan indah bersama orang-orang luar biasa seperti kalian, saudaraku. Sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bagiku bisa bersama kalian. Hidup di tengah-tengah kalian” gumamku.

Lalu kami tersenyum bersama, mencoba berdamai dengan hati, mencoba ikhlas dengan ketentuanNya, walau kami tahu esok ketika matahari bersinar lagi suasana akan jauh berbeda. Kak Rahil akan pulang, tapi aku yakin seiring berjalannya waktu, tawa riang dipondokan akan normal kembali.

Aisyah lalu memutar lagu sigma “senandung ukhuah”
Diawal kita bersua..
mencoba untuk saling memahami..
keping-keping dihati terajut dengan indah..
rasakan persaudaraan kita..
Dan masapun silih berganti
ukhuwah dan amanah tertunaikan
berpeluh suka dan duka
kita jalani semua semata-mata harapkan ridhaNya…
Sahabat tibalah masanya
bersua pasti ada berpisah
bila nanti kita berpisah
jadikan robithah pengikatnya jadikan doa ekspresi rindu…
semoga kita bersua disyurga…

^_^   @_@
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.