Berita Terbaru :

Senin, 29 Agustus 2016

FDS; Layu Sebelum Berkembang



 | Abri Maijon |

Kepala SMP IT Darul Hikmah-Pasaman Barat



Salah satu yang membekas dari sosok Mendikbud Muhadjir adalah gagasannya tentang Full Day School (FDS). Idenya sempat menjadi viral pemberitaan media massa. FDS kontra versi dan telah membuat gaduh.
FDS dimaksudkan memperpendek waktu di luar sekolah dan siswa mendapatkan tambahan jam untuk pendidikan karakter. ‘Menyelamatkan’ anak dari pengaruh negatif lingkungan. Anak usia sekolah terlalu banyak waktu kosong jika hanya belajar setengah hari. Apalagi disaat orang tua sibuk bekerja hingga sore, pengawasan anak tidak maksimal dan terabaikan. Konon ide Pak Menteri sehari penuh di sekolah terinspirasi dari sekolah swasta.
FDS dianggap sebagai solusi membangun generasi berkualitas. Selain itu, pendidikan di jenjang SD dan SMP merupakan usia penting, tahapan pembentukan karakter. Mendikbud berharap, porsi untuk pendidikan dasar sebesar 70 persen pendidikan karakter, 30 persen pendidikan pengetahuan. Sedangkan untuk sekolah menengah porsinya 60 persen untuk pendidikan karakter, dan 40 persen untuk pendidikan pengetahuan (Tempo, 9/8/2016)
            Sebagian mengatakan kebijakan mendikbud untuk semua jenjang SD-SMP tidak bisa diterapkan. Apa lagi di sekolah negeri jumlah siswanya sangat banyak, lingkungan sekolah sempit, fasilitas tidak lengkap, sarana belajar, kesiapan SDM, pembiayaan dan seterusnya. Rencana perpanjangan jam sekolah mendapat penolakan luas dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat awam, pengamat hingga pejabat. Bahkan tanda tangan petisi penolakanpun mereka buat.
            Kita kaget. Tiba-tiba Mendikbud menghentikan gagasannya. Jika memang belum bisa dilaksanakan, FDS akan ditarik. Ungkap mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu dalam konferensi persnya kepada media.
            Gagasan Mendikbud Muhadjir yang mendadak tidak dilanjutkan membuat kita bertanya-tanya. FDS serius atau hanya test the water saja? Sekedar membaca kecenderungan selera pasar?
            Saya sependapat dengan Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar UI), kenapa pemerintah tidak menggunakan strategi dan pendekatan lain. Ini sebetulnya hanya soal cara saja. Jika Mendikbud dan jajarannya yakin FDS mampu memperbaiki dan mengatasi berbagai persoalan dunia pendidikan kita kenapa harus berhenti, gagasannya mesti dilanjutkan dan masyarakat harus memberi kesempatan. Kebijakannya bisa saja dibuat bertahap, terbatas. Belum untuk seluruh sekolah.
             Seperti halnya sebuah kurikulum baru yang diberlakukan. Pemerintah sukses tanpa kendala berarti. Kurikulum 2013 (K-13) misalnya, berjalan dengan segudang tantangan, kecaman dan prokontra datang bertubi-tubi tapi pemerintah tetap jalan. Terkendala untuk semua sekolah, pemerintah memberlakukan pilot project disejumlah sekolah yang dianggap mumpuni.
Andai FDS sulit untuk seluruh sekolah, kebijakan perpanjangan waktu sekolah bisa meniru K-13, ditunjuk sekolah pilot project dan dilaksanakan dulu bagi sekolah percontohan. Termasuk jika kegiatan FDS sulit dilaksanakan setiap hari, alternatifnya diawal pelaksanaan bisa dipilih beberapa hari dalam seminggu.
Tambahan jam untuk waktu belajar sudah pernah ada bahkan belangsung lama di masyarakat. Hanya saja nama dan kemasan yang berbeda. Seperti halnya Bimbingan Belajar (Bimbel), atau les privat. Sebagian orang tua juga bersedia membayar mahal jasa lembaga bimbel. Tak ada penolakan dan kritik, bahkan bimbel anak berlangsung hingga malam.
FDS sebetulnya bukan persoalan setuju atau tidak setuju. Karena buramnya potret pendidikan di negeri ini bukan hanya perkara kuantitas pertemuan atau kualitas alat penunjang pendidikan. Gagasan FDS juga bukan ide baru. Tidak sedikit sekolah di Indonesia yang telah menerapkan sistem FDS.
Bahkan sebagian besar yang menerapkan itu adalah sekolah swasta. Dengan segala keterbatasan mereka mampu berdiri dan berprestasi gemilang. Islamic Boarding school atau lebih dikenal dengan pesantren terpadu juga salah satu bentuk FDS yang sudah tidak asing bagi masyarakat.
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.