Berita Terbaru :

Minggu, 14 Februari 2016

Perjuangan Pak Sopir



| Karya: Nailan Yafsah Adira |
Sopir adalah sosok pejuang yang selama ini, jarang terbersit/teringat difikiran sebagian orang. Ternyata begitu besar perjuangan yang ia lakukan untuk menyelesaikan sebuah perjalanan dan keberhasilannya untuk menyelamatkan banyak penumpang. Walaupun seperti itu, sosok ini jarang bahkan tidak pernah diberikan apresiasi atas perjuangan itu.
Dalam menempuh perjalanan pastilah seseorang ( pembaca atau penulis ) sering membutuhkan jasa seorang sopir. Jasa seorang sopir, sangat dibutuhkan baik dalam melakukan perjalanan dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Bedanya, apabila menggunakan kendaraan pribadi yang akan berperan sebagai sopir adalah pihak keluarga, seperti Ayah, Ibu, Paman, Kakak laki – laki atau jasa kerabat dekat lainnya.
Jasa seorang sopir itu telah kurasakan secara pribadi beberapa waktu lalu, waktu kunjungan edukasi ( kunjed ). Awalnya mungkin aku sama dengan pembaca atau yang lainnya. Bagiku, pekejaan sebagai sopir hanyalah hal yang mudah. Yang terbersit dalam fikiranku, “ Apa susahnya mengendarai mobil?”. Lagi pula, kan menggunakan mesin, jadi bukan pak sopir yang menggerakan mobil. Aku hanya berfikir sebatas itu. Ternyata banyak hikmah dari perjalanan bersama pak sopir.
Beberapa waktu lalu, sekolahku memiliki agenda kunjungan edukasi ( kunjed ) di sekitar Provinsi Sumatera Barat. Aku dan teman – teman berangkat kira – kira pukul 02.30 WIB dini hari. Kami menggunakan bus dinas angkatan bersenjata seperti bus KOREM, bus polisi, dan bus angkatan laut.
Pada awal keberangkatan, perjalanan berjalan dengan tenang dan agak santai. Sebelum perjalanan dimulai, pak sopir menjelaskan hal – hal terkait perjalanan mulai dari yang kecil, seperti cara membuka pintu dan menguncinya kembali, hingga peringatan yang besar seperti rambu – rambu lalu lintas.
Walaupun diperjalanan saat masuk waktu shalat, pak sopir memberhentikan kendaraan. Agar para penumpang dapat beristirahat dan melaksanakan ibadah shalat. Setelah shalat kami melanjutkan perjalanan kembali.
Pada saat kepulangan, kami melewati kelok 44. Saat mengetahui kami melewati perjalanan ini terbayang olehku perjalanan yang mengerikan. Perasaanku mulai cemas. Keringat mengucur deras. Sepanjang melewati jalanan tikungan tajam sekaligus turunan sebanyak 44 kelokan itu aku hanya memegang erat tangan teman yang duduk disebelahku. Hatiku tak henti – hentinya mengingat Allah.
Terbayang olehku, bahwa umurku tidak panjang lagi. Aku tidak bisa bertemu lagi dengan keluargaku. Tiba – tiba jantungku semkain berdegup kencang, mendengar bunyi tabrakan. Oh ternyata bus yang kami tumpangi menambrak tumpukan tebangan pohon dipinggir jalan. Aku menangis histeris dan membuat seisi bus panik karenaku. Disudut lain, temanku juga berteriak histeris membuatku tambah ketakutan.
Tikungan tajam kelok 44, akhirnya sampai juga kebawah tepat dipinggir danau Maninjau. Sesampainya dikelok 1 dengan keras aku mengucapkan Alhamdulillaaahhh…!
Terima kasih ya, pak. Kami selamat,” ucapku pada pak sopir.
Aduh lucu sekali jika  membayangkan kejadian itu dan aku sangat bangga dengan perjuangan pak sopir.
Perjalanan ini berhasil menyadarkanku. Walaupun hanya dari seorang sopir, banyak hikmah yang bisa diambil. Salah satunya kita bisa belajar tentang tanggung jawab dan kedisiplinan pak sopir dalam mengendalikan kendaraan dan menyelamatkan penumpang.
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.