Berita Terbaru :

Minggu, 14 Februari 2016

Jari Kelingking



Karya: Fadiya Haura Thalista 

Bik sri!!!!!”
Seperti biasa di rumah mewah itu terdengar teriakan dari seorang anak sebut saja namanya lulu. Lulu adalah seorang anak perempuan yang kini telah tamat dari Sekolah Dasar. Tetapi sifat manjanya itu tak pernah hilang hilang.
“Iya non, sebentar,” jawab bik sri yang segera menghampiri lulu.
“Tolong buatkan aku jus jeruk dong, jangan lupa bawakan beberapa potong biskuit ya,perintah lulu.
Baik non, segera bibik antar,” jawab bik sri.
Dengan secepat kilat bik sri membuat jus dan mengantarkannya kepada lulu.
Ini non jus nya,” kata bik sri sambil meletakkan nampan di samping lulu.
Makasih ya, bik” kata lulu
Iya non sama-sama, jawab bibik.
Lulu duduk sambil menikmati jus dan biskuit nya.
***
Hari ini bu guru memberinya tugas kelompok. Ya hal itulah yang paling dibenci oleh lulu. Lulu sangat tidak suka berkelompok. Baginya itu sangat merepotkan. Belum lagi jika teman sekelompoknya menyebalkan. Lulu kurang suka bergaul dengan teman-temannya. Meski sudah sering diingatkan oleh bunda, lulu tetap tidak mau.
Tugas kelompok kali ini ibu mau lulu, azizah, dan salma sebagai ketua kelompok,” kata bu guru.
Mendengar itu lulu langsung lemas.
“Jadi anggota kelompok saja malas apalagi jadi ketua,” kata lulu dalam hati.
Kelompok lulu beranggotakan ahni, rindy, dan laila” kata bu guru melanjutkan.
“Ah... mereka bertiga tidak asyik. Ahni yang bawel, rindy yang penakut, dan laila yang aneh, huh menyebalkan,” gumam lulu di dalam hati.
Kerjakan tugas kalian berdasarkan kelompok yang ibu bagi ya,” pesan bu guru
“Baik bu,” jawab siswa serempak
“ Lulu!!!,” panggil ahni
Lulu menoleh kebelakang tampak ahni berlari-lari mengejarnya.
Dimana kita mengerjakan tugas kelompok?” tanya ahni dengan nafas tersenggal-senggal.
Terserah kalian, aku ikut saja,” jawab lulu cuek.
Loh, kok gitu... kan kamu ketua kelompok,” kata ahni kecewa.
Ih dasar bawel, ya udah kalian ke rumah aku aja jam tiga nanti. jangan lupa bawa peralatannya ya,” jawab lulu ketus.
Ok. nanti aku dan yang lain akan datang,” jawab ahni.
Sesampainya di rumah lulu langsung meletakkan tas dan mengganti pakaiannya. Lalu dia bergegas ke ruang makan untuk makan siang. Disana sudah nampak ummi dan adiknya shila.
Hai sayang, bagaimana sekolah mu hari ini?” tanya ummi.
Ya begitulah mi, hari ini lulu dapat tugas kelompok,” jawab lulu dengan nada lesu.
Wah bagus itu, kamu kan bisa bertemu dengan teman teman,” kata ummi sambil menggoda lulu. Ummi tahu putri sulung nya itu tidak suka bergaul dengan teman-temannya.
Ah ummi kayak tidak tahu saja, lulu kan ga suka belajar kelompok, mi,” jawab lulu.
Tidak apa-apa sayang. Meskipun kamu ga suka sama teman teman lulu suatu hari pasti lulu membutuhkan mereka,” kata ummi lembut.
Engga kok ummi pasti mereka yang membutuhkan lulu,” jawab lulu.
Ummi hanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu.
***
Assalamualaikum,” suara laila, ahni dan rindy serempak didepan pintu.
“waalaikumussalam,” jawab ummi sambil membuka pintu.
Lulu ada, tante?”
Ada ayo masuk,” jawab ummi ramah.
Kalian tunggu disini dulu ya, biar tante panggilkan sebentar,” lanjut ummi.
Baik tante,” jawab mereka.
Ummi pun segera memanggilkan lulu dan membuatkan miniman untuk teman temannya. Dengan lemas lulu menuruni anak tangga. Ia langsung membawa teman-temannya ke dalam kamarnya.
“Kalau bukan karena aku ketua aku tak mau membuatnya bersama-sama,” gerutu lulu dalam hati.
Mereka  mengerjakan tugas bersama. Seperti biasa lulu hanya asik membuat sendiri sedangkan teman-temannya hanya melihat. Mereka ingin juga membuatnya tapi lulu tak mengizinkan.
“Ih.. udah untung aku yang kerjakan. Kalian tinggal dapat nilai aja lagi,” jawab lulu setiap kali teman-temannya ingin membuat.
Apa boleh buat, teman-temannya hanya bisa diam dan melihat saja. Tanpa disadari ternyata ummi memperhatikan mereka dari balik pintu.
Setelah teman teman lulu pulang, ummi menghampiri lulu.
Gimana kerja kelompok nya, asyik kan?” tanya ummi sedikit menggoda lulu.
Lulu hanya diam, pura pura tidak mendengar ummi berbicara.
Sayang, ummi kan udah bilang sering kali sama lulu, berteman itu penting, sampai kapan lulu mau seperti ini? Lulu harus berubah nak, lulu harus lebih menghargai orang lain,’’ kata ummi lembut sambil membelai rambut lulu, lulu hanya diam tak menjawab sedikit pun.
Beberapa waktu berlalu setelah perbincangan itu.
Lulu memikirkan kata-kata ummi, dia hampir tak bisa tidur karenanya. Lulu bingung, yang dikatakan ummi memang betul tapi lulu sangat tidak suka dengan teman-temannya. Lulu terus berfikir sampai-sampai ia hampir tidak tidur semalaman.
Keesokan harinya di sekolah, jam pertama adalah pelajaran olah raga. Ya ini adalah pelajaran yang paling lulu benci. Lulu tidak suka belajar olah raga, karena yang dituntut di sini adalah kerjasama tim. Sedangkan lulu sangat tidaak menyukinya. Kali ini pak guru membagi mereka menjadi dua tim, mereka akan main bola kasti. Dan lagi-lagi lulu sekelompok dengan ahni, rindy, dan laila serta ditambah teman-teman yang lain.
“Huh kenapa harus sekelompok dengan mereka  lagi,” gerutu lulu di dalam hati.
Mereka asyik bermain bola sedangkan lulu main dengan wajah cemberut. Kini giliran lulu yang main. Ia memukul bola dengan sangat kuat sehingga mengenai tiang dan bola itu memantul ke arah nya. Bola itu mengenai kepala lulu. Lulu segera dii bawa ke UKS.
Ahni, rindy, dan laila menemaninya. Setelah beberapa lama pun lulupun siuman, ia melihat teman-temannya berada di samping nya.
Ngapain kalian disini, kalian ga masuk kelas?” tanya lulu
Engga kami mau menemanimu,” jawab laila
Lama lulu termenung. Seolah berbagai beban bergelayut difikirannya. Menyesal. Bayangan masa lalu, perlahan – lahan merasuki benaknya. Membawa terbang menjemput apa ya ng telah dilakukannya. Tentang ketidak sukaan. Tentang keegoisan. Semuanya menghantam dinding memori.
Sungguh penyesalan yang dalam.
Kini, orang – orang yang pernah menjadi musuh masa lalunya. Malah kesetiaan dan persahabatan yang mereka berikan.
Terima kasih ya teman-teman, kalian sangat baik kepadaku padahal aku sangat cuek sama kalian,” kata lulu serak, hampir – hampir tidak terdengar.
Tidak apa-apa lulu, kami sudah memaafkan mu,” jawab mereka serempak.
Mereka pun menganjungkan jari kelingkingnya. Lulu memberi isyarat tanda tidak mengerti.
“Ini tanda persahabatan kita, kamu mau kan jadi sahabat kami,
Tentu saja, terima kasih ya teman-teman” jawab lulu merangkul teman – temannya.
“Iya sama sama. Sekarang kita menjadi sahabat, bahagiamu, bahagiaku. Kesedihanmu juga kesedihannku. Kita satu untuk selamanya,” kata ahni sambil mengaitkan jari kelinking mereka masing-masing.
Saat itu senyum manis lulu terpancar dari bibirnya yang biasanya cemberut kepada setiap orang.
***
Kak luluuuuu…, itu teman teman kakak datang,
Suara itu membangunkan lulu dari khayalannya, dua tahun yang lalu, saat mereka mengucapkan janji persahabatan.
Suruh saja mereka masuk ya shila,” jawab lulu.
Kini mereka bersahabat dengan baik. Ya seperti janji jari kelingking dua tahun yang lalu, bahagiamu, bahagiaku, ksedihanmu juga kesedihan ku. Kita satu untuk selama nya.
***
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.