Berita Terbaru :

Jumat, 29 Januari 2016

Tak Cukup Dengan Bahagia



  [ Karya: Rike Wilhelmina ]

Setiap orang pasti menginginkan kebahagian. Tapi apa itu arti bahagia? Sebagian orang mengartikan bahagia adalah ungkapan seseorang yang di apresiasikan lewat senyuman atau tingkah lakunya. Karena bahagia itu relatif, sehingga agak sulit untuk menemukan satu saja arti bahagia.
 Sekarang banyak sekali orang merasakan kebahagian tapi jarang merasa cukup. Saat mendapatkan kebahagian/nikmat dari Allah ia malah masih semakin merasa kurang. Bahkan ia tidak peduli dengan orang yang di bawahnya.
Bahagia tidak harus kaya, walaupun kaya juga memiliki bagian dalam memberikan kebahagiaan. Bahagia juga tak harus pintar. Sebab dengan hal sederhana saja kita bisa merasakan kebahagian yang sebenarnya. Sadarilah, walaupun tidak bahagia di mata manusia, tetapi bahagia di mata Allah itu tentunya lebih utama.
Bahagia merupakan salah satu cara seseorang untuk menghilangkan semua rasa lelahnya. Berkumpul dengan keluarga atau bermain bersama teman adalah hal yang mampu membuat bahagia.
Namun, sayang sekali. Sebagian orang belum bisa merasakan bahagia yang sebenarnya dengan berkumpul bersama keluaraga. Walaupun ia memiliki kedua orang tua tetapi belum tentu ia bisa meluangkan sedikit waktunya untuk berkumpul bersama keluarga.
Saat kita mulai merindukan kebahagian, kita meminta kepadaNya untuk diberikan kebahagian. Bahkan untuk mendapatkan kebahagiaan, bagaimanapun caranya ada orang rela mati – matian. Namun, sayang sekali setelah diberikan kebahagian tersebut kita malah menjadi khufur. Kita lupa akan diri – Nya. Miris, kita lupa dulunya ibarat pohon yang tak berbuah sekarang kita telah memiliki buah yang lebat.
Bahagia saja tidak cukup. Lihat saja, kecenderungan orang yang terlalu sibuk dengan kebahagian dunia. Hidupnya tidak jarang ditimpa ketidaktenangan. Ada rasa ketakutan yang berlebihan akan hilangnya kebahagian.
Sadarilah, bisa jadi dengan sikap kufur kita Allah akan mencabut kebahagian itu. Jika memang hambanya tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan – Nya. Maka dari itu marilah kita untuk memperbaiki diri. Kebahagiaan itu tidak cukup tanpa menyertakan Allah dalam menikmatinya.

=Dimuat dalam Koran Harian Singgalang edisi 16 Januari 2016=
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.