Berita Terbaru :

Minggu, 31 Januari 2016

Tadaburi Status Di Akun Facebook



|Karya: M. Hasbi Asy Syukri|

            Ketika aku menghabiskan liburanku dirumah, aku hanya dapat diam dan mondar mandir keliling rumah karena aku tidak mengetahui hal apa lagi yang dapat aku lakukan, untuk mengisi waktu jedaku, kerap kali aku membuka acun facebook melalui handphone seluler yang dimiliki ibuku. Waktu itu aku terpikir untuk membuat status di kronologiku sendiri, sudah berapa lama kemudian, timbullah imajinasiku untuk membuat status.
            Status tersebut berisikan, “Suka itu tentu ada, benturan emosi itu biasa, perpisahan itu ada kalanya, tapi bagaimana mengendalikan itu semua baru luar biasa.”
            Tapiku berpikir kembali, memang kata kata bijak ini hanya seutas kalimat yang begitu pendek, tetapi ini dapat dijadikan sebagai motivasi kita dari keterpurukan menjadi lebih baik, dan kata kata ini dapat juga digunakan untuk mengkontrol kendali kerja kita dari hal hal keburukan yang kita alami, jika kata kata ini kita pahami dengan baik.
            Kita bahas dari awal, suka itu tentu ada, suka dapat kita artikan sebagai rasa, ungkapan hati seseorang, suka ini dapat kita bagi menjadi beberapa aspek, baik itu yang tersimpan didiri sipenyuka     ( tersirat ), ataupun diungkapkan secara langsung. Rasa itu dapat terjadi ketika seseorang melihat, mendengar, maupun sejenisnya, dan ia merasa tertarik dengan hal tersebut. Tapi mirisnya dan banyak terjadi dikalangan masyarakat yaitu kontravensi mengenai rasa C.I.N.T.A atau suka dengan lawan jenis, hal inilah yang tentunya disukai oleh remaja zaman kini, akan tetapi hal itulah yang amat dilarang oleh agama islam, karena akan mendekatkan diri kepada yang dinamakan zina.
            Benturan emosi itu biasa, tapi kita perlu melihat latar belakang sebelum timbulnya emosi tersebut, tentunya sebelum ada emosi pasti ada masalah, baik itu ringan maupun berat. Sehingga seseorang akan dapat menimbulakan emosi terhadap orang yang diemosikannya, emosi tersebut bisa saja terlampiaskan kepada salah orang, karena sangat beratnya masalah orang tersebut, oleh karena itu, semua orang itu mungkin pernah emosi maupun korban dari emosi.
            Lain versinya dengan kata yang ketiga ini, yaitu perpisahan ada kalanya, mungkin kata perpisahan identik dengan kata haru, perpisahan dapat juga kita sebut dengan berpisahnya seseorang dengan tempat, teman, dan seluruh kejadian yang dilaksanakannya seperti biasanya, dan jika dengan kata kedua dan ketiga dari frasa atau kalimat ini, yaitu ada kalanya, mungkin kata ini menuju kepada waktu perpisahan tersebut. Mungkin untuk beberapa waktu kemudian kita masih bersama orang yang kita cintai seperti ibu, ayah, sanak saudara, karib kerabat, dan teman sejawat lainnya. Akan tetapi semua itu hanya bersifat sementara, mungkin perpisahan itu tidak sekarang akan tetapi hanya Allah yang menentukan, bisa saja dengan mendadaknya Allah berkehendak lain, dan bisa jadi saja Allah memanggil kita kekallam illahi-Nya, Allah tidak akan membeda bedakan umatnya, kamatian maupun perpisahan tersebut tidak menunggu umur, tua dan muda itu sama saja hanya Allah jugalah yang menentukan itu semua dan tidak ada yang dapat menghalanginya, dan nasib tidak akan dapat diubah jika soal perpisahan ini, kita hanya dapat berdo’a dan berikhtiar semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita, sehingga kita dapat menikmati dunia ini dan lebih banyak bersyukur kepada-Nya.
            Inti dari kata kata bijak tadi dapat disimpulkan dengan kata maupun frasa yang terakhir ini, tapi bagaimana mengendalikan itu semua baru luar biasa, dari sinilah kita dapat memetik amanat dan inti sari yang dapat kita tauladani, karena semua kegiatan itu ada hikmahnya baik itu kejadian yang kita anggap baik maupun kejadian yang amat pahit bagi kita alami. Dari kata mengendalikan kita dapat berpikir kata ini tentunya identik juga dengan pengendalian diri seseorang individu terhadap nafsu buruknya.
            Jika kita bahas dari awal, masalah mengenai kata suka itu tentu ada pengontrolan diri seseorang terhadap rasanya tersebut, seandainya seseorang mengalami proses sukanya terhadap lawan jenisnya maka suka ini insyaallah dapat menghantarkan dirinya ke jalan yang namanya zina, dan jika dengan kata atau frasa yang kedua yaitu emosi itu biasa, jika emosi ini tidak dapat dikontrol dengan baik oleh sipengemosi maka hal hal yang tidak diduga akan terjadi dengan ligatnya maka emosi ini akan berujung dengan penyesalan yang mendalam seperti lunturnya silaturrahim antara sipengemosi tadi dengan yang terkena emosi, dan tentunya dosa memutuskan tali silaturrahim tidak dosa ringan belaka, sesuai dengan hadits  nabi yaitu “Barang siapa yang memutuskan tali silatrrahim maka diakhirat nanti ia akan terhalang masuk ke surga.”, Tapi kita harus memaklumi jika kita terkena emosi tanpa ada masalah, mungkin emosi itu bisa saja terlampiaskan akibat banyaknya beban atau masalah sipengemosi sehingga sipengemosi tersebut kehilangan kontrol kendali dan emosi yang ada dibenaknya mudah terlampiaskan kepada salah orang, maka tidak heran, jika kita pernah terkena marahan sipengemosi walaupun kita tidak mengalami masalah dengan orang tersebut, oleh karena itu masalah emosi ini tidak dapat kita jadikan mainnan, karena emosi inilah musuh yang amat berbisa dalam hidup kita, dan kita harus mengontrolnya dengan penuh kesabaran dan kebijakan.
            Intinya, mungkin beberapa orang dari anda mengalami kejadian dan ikut merasa seperti saya, marilah kita beranjak ataupun menjauhi sifat buruk yang dimiliki diri kita, dan cobalah berbuat baik dan terus lebih baik.
            ( M. Hasbi Asy Syukri, SMP IT Darul Hikmah )
           
           
           
              

















TADABURI STATUS DI ACUN FACEBOOK
            Ketika aku menghabiskan liburanku dirumah, untuk mengisi waktu jedaku kerap aku membuka  facebook.Ada status bagus. “Suka itu tentu ada, benturan emosi itu biasa, perpisahan itu ada kalanya, tapi bagaimana mengendalikan itu semua baru luar biasa.”
            Tapiku berpikir kembali, memang kalimat bijak ini pendek, tetapi dapat dijadikan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. Kalimat ini juga dapat digunakan untuk mengkontrol kendali kerja dari hal keburukan yang kita alami, jika kata kata ini kita pahami dengan baik.
            Kita bahas dari awal, suka itu tentu ada. Suka dapat kita artikan sebagai rasa. Ungkapan hati seseorang. Suka ini dapat kita bagi menjadi beberapa aspek, baik itu yang tersimpan didiri sipenyuka     ( tersirat ), ataupun diungkapkan secara langsung. Rasa itu dapat terjadi ketika seseorang melihat, mendengar, maupun sejenisnya. Ia merasa tertarik dengan hal tersebut. Tapi mirisnya dan banyak terjadi dikalangan masyarakat yaitu kontravensi mengenai rasa cinta atau suka dengan lawan jenis. Hal inilah yang tentunya disukai oleh remaja zaman kini. Akan tetapi hal itulah yang amat dilarang agama, karena akan mendekatkan diri kepada yang dinamakan zina.
            Benturan emosi itu biasa. Kita perlu melihat latar belakang sebelum timbulnya emosi tersebut. Tentunya sebelum ada emosi pasti ada masalah, baik itu ringan maupun berat. Sehingga seseorang akan dapat menimbulakan emosi terhadap orang yang diemosikannya. Emosi tersebut bisa saja terlampiaskan kepada salah orang, karena beratnya masalah.
            Lain versinya dengan kata yang ketiga ini, yaitu perpisahan ada kalanya.
            Mungkin kata perpisahan identik dengan kata haru. Perpisahan dapat juga kita sebut dengan berpisahnya seseorang dengan tempat, teman, dan seluruh kejadian yang dilaksanakannya seperti biasanya. Jika dengan kata kedua dan ketiga dari frasa atau kalimat ini, yaitu ada kalanya, mungkin kata ini menuju kepada waktu perpisahan tersebut. Mungkin untuk beberapa waktu kemudian kita masih bersama orang yang kita cintai seperti ibu, ayah, sanak saudara, karib kerabat, dan teman sejawat lainnya. Akan tetapi semua itu hanya bersifat sementara, mungkin perpisahan itu tidak sekarang akan tetapi hanya Allah yang menentukan.
            Inti dari kata kata bijak tadi dapat disimpulkan dengan kata maupun frasa yang terakhir ini, tapi bagaimana mengendalikan itu semua baru luar biasa. Dari sinilah kita dapat memetik amanat dan inti sari yang dapat kita tauladani. Semua kegiatan itu ada hikmahnya baik itu kejadian yang kita anggap baik maupun kejadian yang pahit.
            Intinya, mungkin beberapa orang dari anda mengalami kejadian dan ikut merasa seperti saya.
            Marilah kita beranjak ataupun menjauhi sifat buruk yang dimiliki diri, dan cobalah berbuat baik dan terus lebih baik.

*Dimuat di koran Harian Singgalang edisi Rabu, 04 Maret 2015



 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.