Berita Terbaru :

Minggu, 10 Januari 2016

Muharram Sebagai Moment Perubahan




 |Oleh: Nada Amelinda Irya|


Kita sering mendengar  tahun baru masehi. Tetapi, apakah kita tahu bahwa juga ada tahun baru islam? Sungguh disayangkan rasanya jika kita sebagai umat islam tidak mengetahui tahun baru agamanya sendiri. Dilihat dari sejarah mulanya, pada awalnya umat islam tidak memiliki tahun baru.

Penetapan ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin khatab ra. Pada masa itu ada sedikit masalah. Salah satu dari pengikut Umar memiliki hutang kepada temannya, dalam bulan sya’ban. Akan tetapi karena ragu, ia pun menanyakannya kepada amirul mukminin, Umar bin Khattab. Apakah bulan sya’ban yang dimaksud adalah bulan sya’ban pada sekarang ini, atau bulan berikutnya, atau berikutnya lagi?

Amirul mukminin segera membahasnya bersama sahabat lainya. Banyak pendapat  yang  dikemukakan oleh para sahabat. Dan mereka memutuskan bahwa tahun baru islam dimulai dari hijrahnya Rasulullah saw.

Mengapa mereka memilih awal tahun baru hijriah dari peristiwa hijrah Rasulullah? Tentunya agar kita teringat akan hijrahnya nabi dan para  sahabat kearah yang lebih baik. Sehingga kita juga bisa memperbaiki sikap buruk kita kearah yang lebih baik.

Hikmah hijrah lainnya yang kita tiru adalah tentang perjuangan dan persaudaraan. Pada saat nabi hijrah sangatlah terlihat hubungan kaum muhajirin dan kaum anshar. Kaum muhajirin saat itu tidak dapat membawa harta dibantu oleh orang-orang anshar.

Orang orang anshar memberikan segala harta yang mereka miliki bahkan istri – istri mereka. Hubungan persaudaraan tidak hanya terlihat pada kaum muhajirin dan anshar saja. Akan tetapi juga terlihat pada nabi Muhammad dan Abu bakar as-siddiq.

Pada saat perjalan menuju Madinah, Abu bakar melibatkan seluruh anggota keluarganya. Anaknya ‘Asma binti abu bakar menghantarkan makan kepada nabi dan Abu bakar di gua hira. Sehingga ia harus membagi ikat pinggangnya menjadi dua. Satu untuk mengikat makanan dan satunya lagi untuk mengikat pingangnya. Sehingga Rasulullah memberi julukan”wanita yang memiliki dua ikat pinggang di surga” karena besarnya perjuanganya untuk islam.

Tidak hanya   ‘Asma yang dilibatkan oleh Abu bakar, anaknya Abdullah bin Abu bakar juga dilibatkan. Abdullah bertugas untuk mencari informasi pada siang hari dan menyampikannya pada rasulullah dan Abu bakar pada malam hari. Jadi, dalam hijrahnya seseorang tidak mungkin rasanya tidak melibatkan seorangpun dalam hijrahnya.

Bulan muharram  adalah  dilarang berbuat buruk, karena jika kita  berbuat buruk maka dosa kita akan dilipat gandakan. Akan tetapi,  jika kita berbuat baik maka pahala kita dilipat gandakan juga.

Pada saat bulan muharram terdapat satu tanggal yang seharusnya kita berbondong –bondong untuk berpuasa, yaitu pada tanggal 10 muharram yang biasa disebut dengan hari ‘asyura. Jika kita berpuasa pada tanggal 10 muharram maka dosa kita pada tahun lalu akan dihapuskan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Puasa pada hari ‘asyura aku mengharapkan kepada Allah akan menghapuskan dosa tahun yang telah lalu,” [H.R Muslim]

Akan tetapi dosa yang dihapuskan pastilah dosa orang benar-benar berpuasa. Tetapi walaupun menghapuskan dosa satu tahun, tidak ada alasan bagi kita untuk berbuat maksiat.  Sebab walaupun telah puasa ‘asyura dan berencana puasa pada tahun berikutnya. Karena, kita tidak tahu kapan ajal menemui kita.

Jika kita baca sejarah tentang nabi terdahulu,  tidak hanya hari ‘asyura yang menjadi keutamaan dalam bulan muharram ini.Ternyata pada tanggal 10 muharam terdapat juga beberapa kejadian yang menabjubkan, seperti: bebasnya nabi Musa AS dari kejaran raja Fir’aun beserta prajuritnya dan bebasnya nabi Yunus AS dari dalam perut ikan paus.

Semoga kita mampu menjadikan momen tahun baru islam sebagai batu loncatan menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala hal dari waktu kewaktu. Amiin.

*Dimuat dalam koran Harian Singgalang, 14 November 2015


 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.