Berita Terbaru :

Selasa, 05 Januari 2016

Masa Lalu Biarlah Masa Lalu

|Oleh: M. Hasbi Asy Syukri |


            Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya. Mungkin itu kegiatan yang diangap tidak berguna yang dilakukan oleh manusia, walaupun tindakan ini acap sekali dilakukan oleh orang yang dirundung atas musibah yang melandanya, kegiatan itu sama artinya kita membunuh semangat, memutuskan tekad, dan mengubur masa depan yang ingin tercapai.
                Seseorang lumrahnya seperti layang layang, tetapi jadilah layang layang yang dapat menerjang angin yang bertubi tubi akan tetapi janganlah seperti layang layang yang terbang terputus dilanda angin tanpa tujuan, maksudnya manusia itu acap sekali mendapatkan cobaan yang terus bertingkat dan bertingkat tetapi jadilah orang yang lebih maju dan menjadikan masalah tersebut sebagai semangat untuk hari hari kedepan, dan janganlah kita sebagai manusia yang terombang ambing kesana kemari yang tiada tujuan dan dihanyutkan oleh masalah yang kita hadapi, ingatlah pepatah bijak mengatakan, “Semua itu akan terasa indah apabila tiba saatnya.”
                Marilah kita berpikir kembali, dan marilah kita lipat segala masalah yang menyedihkan dan janganlah lihat kembali, cukup kita tutup rapat rapat, lalu simpan didalam ruang penglupaan, dan ikatlah dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan, untuk selama lamanya, atau letakkan masalah kita itu dalam ruang  yang gelap tanpa cahaya sedikitpun agar masalah yang kita alami itu tidak dapat kita lihat kembali dan habis berlalu hilang tidak diketahui.
                Kesedihan tidak akan mampu mengembalikan masalah yang kita alami menjadi lebih baik, keresahan tidak akan sanggup memperbaiki kembali kisah kasih dahulu menjadi tentram dan lebih nyaman, kegundahan didalam hati tidak akan mampu membuat masalah menjadi terang dan terlupakan, dan segala kegalauan tidak akan dapat menghidupkan kembali jiwa kepribadian yang harmonis untuk hidup yang akan dating, karena biarkanlah yang berlalu tetap ber lalu.
                Janganlah kita pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau janganlah kita terus berteduh dibawah payung gelapnya masa silam. Kini saatnya mari kita selamatkan diri kita dari bayangan masa lalu, apakah kini kita masih ingin mengembalikan masa lalu menjadi terulang kembali, atau kita masih ingin mengembalikan air sungai kehulu, matahari ketimur, seorang bayi kedalam perut ibunya??? Tentunya tidak mungkin bukan, memang waktu yang telah berlalu tidak akan kembali, maka janganlah sia siakan waktu kita, selagi kita masih diberi waktu oleh yang maha kuasa, dan kini biarlah masa lalu menjadi kenangan dahulu dan sebagai lobang yang tidak akan kita singgahi untuk kedua kalinya, sekarang sipakan diri kita dan pikirkanlah kehidupan yang akan kita songsong dengan keindahan yang jauh lebih indah dari pada hari kemarin.
                Berapa jauh ketertinggalan kita dari orang lain, apakah kini kita masih menghiraukan masa lalu yang tidak ada gunanya. Karena membaca kembali lembaran masa lalu hanyalah langkah langkah untuk memutuskan masa depan yang cerah dan kehidupan yang cerah tersebut tentunya janganlah kita abaikan dengan sia sia. Sebab masalah yang kita hiraukan tersebut secara spontan dapat melunturkan semangat, dan menguras waktu yang seharusnya kita lakukan dengan kegiatan yang bermanfaat.
                Orang yang mengingat kembali dan terus menghiraukan masa lalu, tak ubahnya seperti orang yang menumbuk tepung, atau mengergaji serbuk kayu , yaitu melakukan hal yang tidak perlu dilakukan alias mubazir, dan sama juga kita dengan mengabaikan istana istana indah yang akan kita dapatkan sebentar lagi, dan istana tersebut kita abaikan dengan kesibukan meratapi puing puing runtuhan rumah yang telah lapuk dan tidak berguna.
                Kini tidak waktunya untuk bergalau galauan memikirkan masa lalu, lanjutkan perjuangan untuk masa depan yang lebih cerah, karena setiap kesusahan pasti ada jalan, dan semuanya berasal dari kesusahan menuju hidup yang membanggakan. Sesuai pepatah bijak, “Bersusah susah dahulu bersenang senang kemudian”

*Dimuat dalam Kolom SMS Harian Singgalang
                                                                                                                                                                                                        
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.