Berita Terbaru :

Jumat, 15 Januari 2016

Janganlah Bersedih Dilumpur Kehidupan



| Karya; M. Hasbi Asy Syukri |

  Seseorang kebanyakan memikirkan sesuatu tanpa  mengetahui apa tujuan mereka untuk bersedih atas masalah yang menimpanya. Malahan mereka memperumit, mempersempit, dan memperbanyak musibah yang menimpanya, sebenarnya hal seperti itu harus kita atasi dengan yang namanya kesabaran, memang musibah itu datang tanpa mengetok pintu terlebih dahulu akan tetapi itulah ujian yang kita dapatkan dan itulah hal yang terbaik diberikan Allah SWT kepada kita, karena kejadian yang kita dapatkan didunia ini telah direncanakan oleh yang maha kuasa.
                Setiap manusia yang terlahir kemuka bumi ini tentunya mempunyai masalah, karena itulah koadrat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, dari sanalah manusia diuji ketabahan, kesabaran, dan keimanannya, dan sari sana jugalah tolak ukur Allah untuk menentukan derajat seseorang, apakah ia lebih mencintai dunia atau kampung halamannya yang asli.
                Kunci dari masalah kita tersebut ialah kesabaran karena ialah yang menanggung masalah kita yang ada didunia ini, hiraukan cemoohan dari sipencemooh, abaikan segala keburukan yang menimpa kita, karena itu membuktikan berapa jauh derejat kita dimata orang dan disisi Allah SWT. Karena tidak akan mungkin orang menendang bangkai anjing, karena orang yang tidak berguna itu pastilah tidak akan diperhatikan oleh orang lain.
                Semua orang pastilah pernah malakukan kesalahan atau lalai dalam melakukan aktifitasnya sehingga ia menjadi ceroboh dalam mengambil tindakan baik itu sadar maupun tidak sadar, dan karena sebab itu tentunya mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang ia perbuat, dan tentunya jika ia bermasalah pastilah ia mendapat teguran atau kritikan, baik itu dari pimpinan, guru, atupun dari teman sejawatnya. Tetapi janganlah kita terlalu memikirkan itu semua, akan tetapi cobalah untuk melihat seberapa jauh sikap perhatian orang orang tersebut kepada kita karena dari kalimat itulah yang dapat merubah kita kejalan istana permaisuri yang indah dan bahagia.
                Sekarang ketahuilah bahwa, “Semakin tinggi pohon menjulang semakin kuat pula angin akan menerjang.” Karena derajat seseorang itu akan berharga ketika ditanggapi oleh orang lain.
                Kini ketahuilah kata kata orang yang mencaci anda tersebut dengan secara spontan akan merobah diri anda menjadi lebih baik, dan menurut para ahli bahwa orang orang yang mencaci anda tersebut setengahnya akan melupakan cacian mereka alias sekilas bergurau, sepertiganya sengaja untuk memberika motivasi kepada anda, dan selebihnya tidak mengetahui mengapa ia mencaci anda, oleh karena itu janganlah kita beranggapan buruk kepada orang orang disekitar kita, dan  tirulah sebuah daun yang berada dibatangnya ketika ia jatuh dan mati, dan ia tidak mencaci dan menyalahkan angin yang menyebabkan ia jatuh, dan ketahuilah orang yang hebat itu ialah orang yang dapat memperbaiki kesalahannya.
                Sekarang tidak waktunya untuk bercanda, jadikan negri ini negri yang bahagia, dan teruslah berjuang, ingatlah, “ jika anda ingin mendaki gunung, lihatlah puncaknya, janganlah melihat batu, dan rintangan disampingnya, dan teruslah berusaha, janganlah ada meloncat terlalu berlebihan karena itulah yang dapat membuat anda terpeleset.”
                Berapa jauhnya kini diri anda, ukurlah kemampuan anda, dan cobalah untuk tidak banyak mencaci orang, karena “dari pada mencaci kegelapan, lebih baik anda memperbaiki lampunya.” Dari pada anda mencaci orang lain lebih baik anda langsung memberi kritikan kepadanya agar ia dapat merobah dirinya menjadi lebih baik.
                Tidak saatnya kini mengembalikan matahari kearah timur, tidak saatnya mengembalikan bayi keperut ibunya, dan janganlah menumpahkan air mata untuk hal yang tidak akan mungkin untuk kembali lagi. Sekarang sempurnakan hari ini, dan buatlah prinsip untuk diri kita, mana tau saja kita meninggal pada waktu yang tidak diinginkan, dan janganlah terlalu jauh memikirkan masa depan, karena masa depan itu ialah hal yang ghaib untuk kita pikirkan.

*Dimuat dalam koran Harian Singgalang  edisi Rabu, 22 Agustus 2015



 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.