Berita Terbaru :

Jumat, 08 Januari 2016

Jangan Bunuh Dirimu dengan Rokok!



|Karya: M. Amar Alfian|

Rokok merupakan benda  yang tak asing lagi bagi  kita. Setiap sudut perkotaan sampai pelosok desa banyak kita jumpai kedai – kedai yang menjajakan rokok. Setiap kita  berjalan banyak kita jumpai iklan rokok baik berupa spanduk, pamflet, bahkan dirumahpun ada melalui iklan di televisi.

Tak hanya itu, berbagai upaya tetap dilakukan. Para produsen rokok membandrol harga yang relatif murah untuk setiap produk – nya. kalau kita mencermati pada bungkus rokok ada tulisan “merokok dapat membunuhmu”, tapi tetap saja banyak yang tidak menghiraukannya.

Berdasarkan sejarahnya rokok berasal dari Amerika latin. Rokok itu berupa daun tembakau yang dikeringkan lalu dibalut dengan daun yang agak keras dan dibakar pada ujung yang lain. Rokok dikonsumsi oleh penduduk asli Indian. Kemudian tanaman tembakau ini di perkenalkan di Erora pada tahun 1950 – an. 

Terus berkembang, rokok terkenal di Amerika Serikat pada tahun 1960 rata-rata penduduk Amerika Serikat merokok sehingga negeri ini disebut sebagai marlboro country pada awal tahun 1999.  Akhirnya pemerintah Amerika Serikat banyak menutup pabrik rokok karena timbulnya penyakit pernapasan berbahaya yaitu kanker paru – paru.

Seiring mundurnya industri rokok di dunia barat mereka mencari konsumen lain dinegara – negara berkembang termasuk di Indonesia. Di  negeri ini rokok dianggap sesuatu yang lumrah ditengah masyarakat.

Banyak yang belum menyadari dampak berbahaya dari kebiasan merokok yang terus menggrogoti diri mereka. Seakan – akan mereka tak sadar memasukan racun kedalam tubuh mereka sendiri setiap kali mengisap rokok.

Kini rokok menjadi trend hingga golongan muda penerus negeri ini. Rata-rata usia perokok di Indonesia terdapat pada usia sekolah. Sehingga penanaman bibit kanker terjadi lebih dini. Fakta yang terjadi di Indonesia sangat miris bahwa 60% perokok di Indonesia adalah remaja usia dibawah 15 tahun. Hal ini membuktikan pengaruh rokok telah menamkan kuku tajamnya pada para pelajar negeri ini. 
 
Kandungan rokok setelah diteliti lebih lanjut mengandung 4000 zat kimia 43 diantaranya bersifat  karsinogenik ( pemicu penyakit kanker ) yang sangat membahayakan pengguna rokok itu sendiri. Dampak karsinogenik tak langsung dirasakan pengguna tapi akan bertahap efek yang ditimbulkan. Setelah puluhan tahun, barulah akan dirasakan efeknya.

Setidaknya ada tiga zat berbahaya didalam rokok yaitu tar tembakau, karbon monoksida, dan nikotin. Tar tembakau merupakan zat cair yang dihasilkan oleh tembakau. Dalam sebuah studi yang dilaukan oleh fakultas kedokteran Universitas Indonesia jika  rokok mengandung 1,136 liter tar tembakau yang dihirup seorang perokok. Dalam kurun waktu setahun  dapat menyebabkan tingginya resiko kanker pada alat pernapasan.

Karbon monoksida merupakan gas yang dihasilkan oleh pebakaran tidak sempurna pada saat pambakaran di ujung rokok. Zat tersebut berupa atom gas ( CO ) akan menurunkan fungsi penyerapan atom oksigen ( O² ) pada Hb. Darah lebih tertarik mengikat CO dibandingkan O² sehingga CO akan terbawa masuk kedalam pembuluh darah sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah. Hal ini menimbulkan serangan jantung dan masih banyak penyakit yang akan timbul.

Dan yang terakhir ini penyebab kecanduan terus menerus bagi tubuh orang yang mengisapnya ia adalah  nikotin.  Nikotin merupakan zat adiktif yang berfungsi sebagai stimulan yang lebih kuat pengaruhnya dari pada heroin. Semakin dini seseorang merokok maka kemungkinan berhenti semakin sulit. Dua sampai tiga tetes nikotin mampu untuk membunuh seseorang dalam waktu yang singkat. Nikotin merupakan zat racun yang terdapat didalam tembakau itu sendiri berwarna kuning kecoklatan.

Dengan berbagai pengaruh buruk yang ditimbulkan. Maka, sebaiknya kita jangan sekali – kali mencoba rokok. Sebab berbagai hal negatif yang menyebabkan kita jatuh sakit bahkan meninggal. Rokok itu memang murah harganya tetapi obatnya yang mahal.

*Dimuat di koran Harian Singgalang
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.