Berita Terbaru :

Selasa, 05 Januari 2016

Hakikat Sebuah Ujian

|Oleh: Atna Dewi|

Ujian? Apa yang pembaca pikirkan ketika mendengarkan satu kata ujian? Walaupun tidak dilakukan jajak pendapat terlebih dahulu. Setidaknya jawaban yang sering terdengar tentang kata ujian adalah segala sesuatu yang menakutkan, membuat kalang kabut, stress, kondisi kepayahan. Singkatnya, semua jawaban yang diberikan memiliki hubugan yang sangat erat dengan meningkatnya hormon adrenalin.

Penulis berkesimpulan seperti itu, karena sangat jarang ditemukan orang yang menghadapi ujian/masalah dengan kondisi yang sangat stabil. Yang sering terlihat itulah adalah kegiatan kasak – kusuk, serba salah. Bahkan merasakan waktu itu berjalan dengan cepat/lamban ( tergantung ujian/masalah yang dihadapi). Tentunya juga tidak ada salahnya dengan pendapat orang kebanyakan. Ujian itu identik dengan hal – hal yang menekan psikologis.

Ujian tidak memandang batas usia. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Ujian itu bukan hanya yang kita ketahui pada bangku sekolah dalam bentuk ujian formal. Tetapi ujian itu beragam bentuknya. Mulai dari ujian yang sepele sampai ujian yang benar – benar serius. Mulai dari ujian formal hingga ujian non – formal. Ujian itu juga tidah hanya berasal dari guru ( baca: manusia ) saja, tetapi juga ada ujian kehidupan dari Allah SWT.

Masalah yang sepele misalnya untuk berbicara didepan umum. Berbicara didepan umum itu tidak mudah bagi yang belum terbiasa. Lihat saja banyak yang demam panggung saat melangkah. Sesampainya didepan audiens, kalau sudah demam panggung, bukan hanya materinya yang hilang. Parahnya lagi, suarapun ikut menghilang. Itu merupakan salah satu bentuk ujian melatih percaya diri. Contoh lain ujian yang sangat serius, seperti sidang akhir bagi para mahasiswa, pasca sarjana, dll.

Kita lihat bentuk lainnya, anak kecil juga diuji sesuai dengan usianya. Bentuknya bisa saja saat – saat berlatih berjalan. Harus terjatuh berulangkali. Terjatuh, bangkit lagi. Terjatuh ya bangkit lagi. Kenapa anak anak kecil yang sedang belajar berjalan tidak menyerah? Karena setidaknya ia tahu dari proses itu adalah naik kelas untuk bisa berjalan sendiri. Tidak lagi dipapah oleh orang lain.

Bagi remaja ( baca: anak usia sekolah ) salah satu bentuk ujiannya adalah ujian masa puberitas. Di usia sekolah, masa – masa ini dikenal dengan masa galau. Masa ketika diri sendiri merasa paling cantik/ganteng dan ingin diperhatikan lebih. Masa transisi pencarian jati diri untuk menjadi lebih dewasa menyikapi masalah.

Nah, ujian untuk orang dewasa beda lagi. Mulai ujian dalam pekerjaan sampai ujian dalam keluarga ( berumah tangga ). Artinya, tidak ada pengecualian masalah/ujian bagi setiap batas usia. Tetapi yakinlah bahwa ujian/masalah itu tetap tidak akan keluar dari kemampuan seseorang.

Mari kita lihat disisi lain tentang batas sebuah ujian yang diberikan kepada umat manusia. Subhanallah. Allah memberikan kata kunci dalam Al – qur’an surat al – baqarah ayat 286, artinya:


“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…. “


Potongan ayat inilah yang seharusnya menjadi pegangan kita ketika mendapatkan ujian. Allah tidak akan pernah salah memilih pundak untuk dibebani segala sesuatunya.

Sebagai contoh dalam kehidupan kita sehari – hari. Dan sepertinya itu tidak pernah salah. Khususnya bagi kita yang terlibat dalam dunia pendidikan. Anak sekolah seusia SD, SMP/sederajat, SMA/sederajat, Sarjana, Pasca Sarjana, dst. saat dihadapkan dengan soal ujian. Apakah namanya soal ulangan harian, soal ujian tengah semester, ujian kenaikan kelas, bahkan ujian nasional/ ujian skripsi/ ujian disertasi atau apapun namanya tetaplah sesuai dengan kapasitas.

Itu baru sebatas guru yang memberikan ujian kepada peserta didiknya. Apalagi Allah SWT yang maha mengetahui segala sesuatu. Pastilah tidak akan salah memberikan ujian dan sesuai dengan kemampuan sebagaimana potongan ayat diatas.

Sehingga terkadang membuat ujian/masalah itu semakin berat dan akut adalah cara pandang seorang asaja. Toh, sudah jelas dari ayat diatas bahwa seseorang itu hanya akan diberikan masalah sesuai dengan kapasitasnya. Sekali lagi tidak akan pernah salah.

Apapun bentuk ujiannya bukanlah menjadi sesuatu yang menjadi hal menakutkan jika pikiran positif yang menjadi bentengnya. Pada ayat lain Allah juga memeberikan kabar gembira bagi siapapun yang mau mengambil pelajaran dari setiap kejadian.


Ujian itu pada hakikatnya adalah sarana peningkatan kualitas. Dalam al – qur’an surat Al – baqarah ayat 214, artinya:


“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu ( cobaan ) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”


Dari ayat diatas, dapat dilihat tentang peningkatan kualitas diri tersebut. Dimana dapat kita ketahui bahwa para penghuni syurga itu tentunya mestilah orang – orang yang luar biasa. Orang – orang yang luar biasa itu pastilah yang mampu melewati ujian dari Allah SWT. Baik berupa k ketakutan, kelaparan, goncangan, atau bahkan kesenangan.


Dalam mengahadapi ujian/masalah kita memang tidak diberikan jawabannya. Tetapi tetap diberikan formulanya, lalu pecahkanlah sendiri. Karena harus kita yakini suatu hal, bahwa tidak masalah tanpa solusi. Tidak ada penyakit tanpa obatnya. Hanya saja terkadang kita terpaku dengan masalah sehingga mengaburkan pandangan untuk mencari solusi. Disadari atau ntidak disanalah letak kesalahan kita.


Dapat kita tarik kesimpulan bahwa Allah akan senantiasa menguji dalam bentuk apapun. Tetapi Allah juga memberikan kabar gembira bahwa semua ujian yang diberikan kepada kita pastilah sesuai dengan kapasitas. Dan hakikat sebuah ujian itu adalah menguji keimanan dan menjadikan pribadi yang berkualitas.

*Dimuat pada Koran Harian Singgalang, 17 Oktober 2015
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.