Berita Terbaru :

Minggu, 31 Januari 2016

Belajar dari Inspirator Bangsa









M. Hasbi Asy Syukri
(Sekretaris OSIS SMP IT Darul Hikmah)

         Indonesia kini telah merdeka dari tangan tangan penjajah munafik yang sewenang wenang terhadap para pejuang kita dahulu, coba kita berpikir sejenak, bagaimana pendekar bangsa tersebut dahulu menyerang sekutu? Bagaimana rudal rudal senjata mereka yang melululuh-lantahkan para pahlawan mulia Indonesia tersebut? Akan tetapi semua itu dibalas dengan bambu runcing yang hanya bermodalkan semagat berjuang yang tertanam di hati masing masing para pejaung bangsa ini.
            Tujuan utama yang tidak pernah dilupakan dan yang selalu digemgam dengan kuat oleh para pahlawan bangsa. Dengan motivasi itulah yang mengkokohkan dan menggentarkan jiwa keberaniannya untuk dapat melawan penjajah bersenjata yang tidak kalah mainnya, meskipun harus mempertaruhkan jiwa, raga, dan harta demi kemerdekaan dan kemakmuran Indonesia. Semagat yang menggebu dan teriakan yang bergejolakpun bergema diseluruh penjuru. Merdeka! Merdeka!
            Selama bertahun tahun Negara Indonesia dijajah dengan sekejam kejamnya tanpa prikemanusian oleh para tentara, barak militer, dan penjajah garang dari sekutu. Selama itu jugalah negara ini dikekang, diintimidasi, diprovokasi, dan dianiaya sehingga tidak ada waktu yang tersisa bagi pejuang bangsa untuk bercanda ria, menghabiskan waktu dengan keluarga, teman, dll. Jika itu yang terjadi, mungkin ketika esoknya pahlawan tersebut hanya tinggal nama. Melainkan waktu waktu tersebut disibukkan dengan urusan yang jauh lebih berguna untuk anak cucu mereka nanti. Mereka rela berkorban untuk kemerdekaan bangsa tanpa menharapkan balas jasa sedikitpun.
            Perjuanagan para pahlawan tersebut patut kita teladani, karena sungguh banyak pelajaran yang kita petik dari diri sang inspiratory bangsa tersebut. Mulai dari jiwa dan prilakunya sehari hari yang penuh semagat yang kokoh serta keteguhan yang menggentarkan, sehingga atom sekutu pun dapat dikalahkan oleh rakyat Indonesia. Bukan jiwa tawuran, pertikaian, dan perkelahian yang banyak terjadi dikalangan para pemuda bangsa sekarang. Apa gunanya kita saling bermusuhan yang akan memusnahkan persaudaraan kita bersama.
            Perlu kita ketahui, dahulu para pahlawan selalu mempunyai visi dan misi serta tekad yang sama, yang selalu ditanamkannya dan diingatnya dari awal berjuang pada pribadi masing masing mereka. Hal tersebut untuk membuktikan bahwa negri ini bukan negri yang hidup sebagai pengecut, melainkan hidup sebagai pejuang dan negri yang mempunyai tujuan dan cita cita yang jelas, yaitu untuk mewujudkan Indonesia dari kekangan si penjajah. Selain itu juga untuk mewujudkan Indonesia sebagai negri yang subur dan makmur sekaligus sebagai negara yang penuh rasa kekeluargaan.
            Sekaarng negara kita telah berkembang berkat para pejuang bangsa yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk Indonesia yang jaya. Kini Indonesia tidak mengharapkan pertarungan yang mengakibatkan pertumpahan darah di negri ini, hanya saja negara kita memerlukan ukhuwah yang sejati di antara sesama manusia. Dengan persaudaraan negara kita bersatu, sebaliknya tanpa persaudaraan negara kita dapat terpecah belah.
            Tidak itu saja, pendidikan merupakan masalah penting dalam perkembangan negara Indonesia, dianggap remehnya pendidikan di Indonesia ini dapat menjadi salah satu faktor Indonesia dapat dijajah kembali. Para pahlawan kita yang telah gugur tidak menggiginkan Indonesia dijajah kembali sebagai perlawanan antar pihak, akan tetapi Indonesia ingin melihat bagaimana anak bangsa cerdas dimata dunia.
            Saat saat ini negara kita kerap kali terkena ghazul fikri yaitu perang pemikiran yang diberikan negara lain, yang dapat merusak dan menggangu negara kita, karena pendidikan dan ilmu pengetahuan kita yang minim menyebabkan pertikaian dan perdebatan sering terjadi di Indonesia, yang dapat memisahkan persaudaraan kita.
            Contoh saja dalam pemilihan Presiden Indonesia 2014 yang lalu, banyak dari kalangan masyarakat yang melakukan tindakan pelecehan dan pencacian yangterlalu berlebihan, yang sebenarnya tidak perlu untuk dilakukan.
            Sekarang belum habis waktu untuk berjuang, lebih baik kita berpikir bagaimana kita berkontribusi untuk kemajuan Indonesia yang akan datang. Mungkin hal itu lebih baik dari apa yang terus dipermaslahkan di negeri kita ini.
            Mari kita majukan negara sruga dunia ini dengan prestasi yang gemilang, bukan dengan kasus kasus, masalh, atau buronan besar besarna yang terus melilit negara ini. Tentunya penaganan dari tindakan tindakan tersebut dimulai dari diri sendiri. Mari tanamkan jiwa patriotism dalam diri kita masing masing, sebagai salah satu bukti terima kasih kita terhadap pejuang bangsa ini, dan hindarilah kontraversi serta pertikaian dengan sesame kita. Terus berjuang, tidak ada lagi kata minder, tanamkan pada diri masing masing, motivasi penegak tiang kehidupan sebagai kecutan pembangkit semagat pada diri kita, dan janganlah hidup dalam krisi profesionalisme. Hal hal tersebutlah yang dapat membuat dan merusak persatuan serta kesatuan di negri ini.
            Teruslah bangkit untuk mewujudkan sesuatu yang baru yang dapat membuat Indonesia bangga dan terus menjadi Indonesia yang maju, karena negara Indonesia sekali merdeka, tetap merdeka.

DIMUAT DIKORAN SINGGALANG, Halaman SMS (Singgalang Masuk Sekolah)

EDISI; Sabtu, 5 September 2015
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.