Berita Terbaru :

Kamis, 07 Mei 2015

ARTIKEL SISWA | Sikap Syukur dan Bahagia

Oleh: Nailan Yafsah Adira 

Bersyukur… kepada AllahBersyukur sepanjang waktu…

Sebait lirik lagu religi ( nasyid ) yang didendangkan oleh Opick perlu kita renungkan. Dua kata syukur dan bahagia sering sekali kita dengar. Tetapi, apa sebenarnya makna dari kata syukur dan bahagia itu? Dan selayaknya dua kata tersebut tidak hanya sampai pada memaknai, tetapi bagaimana kita mempraktikkannya dalam kehidupan.

Mengulas tentang syukur dan bahagia. Dua kata yang memiliki beribu makna. Bersyukur bagi kita mungkin memiliki makna yang berbeda. Bersyukur itu bisa saja atas apapun yang di berikan Allah kepada kita. Misalnya bersyukur karena merasa senang, bersyukur karena mendapatkan sesuatu, atau bersyukur dengan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillahirabbil’alamin-red ) saja, dan lain – lain.

Begitu juga dengan kebahagiaan. Ia pun memiliki berbagai makna. Misalnya, kebahagiaan tergantung pada perasaan, kebahagiaan karena suatu kesenangan dan kebahagiaan ungkapan yang tak dapat di jelaskan.

Bila kita perhatikan orang – orang di sekitar kita banyak orang yang terlihat berbahagia. Namun, apakah disela kebahagiaan itu teringat untuk bersyukur pada maha pemberi kebahagiaan yaitu Allah SWT.

Hal ini terkadang dianggap remeh dan tidak dipedulikan sama sekali. Padahal bersyukur ialah wujud rasa terima kasih pada Allah yang telah memberikan nikmat kebahagiaannya untuk kita.

Mari sejenak kita menyusuri lorong – lorong sempit kehidupan. Mungkin pernah atau sering kita melihat fenomena disekitar kita tentang orang – orang yang tidak bersyukur.

Suatu waktu penulis melihat tumpukan makanan yang di buang percuma di pinggir jalan, dalam tong – tong sampah, dan di lingkungan sekitar rumah.  Fenomena ini menggambarkan kurangnya rasa bersyukur dalam diri seseorang.

Mari kita membuka mata untuk melihat keadaan sekitar. Sangat banyak orang – orang di sekitar kita yang kekurangan makanan. Jangankan mencicipi makanan yang mahal terkadang minum dengan air mineral saja belum tentu mampu. Sehingga harus meminum air kran di penampungan umum.

Sering terlihat, perjuangan orang lanjut usia, anak – anak, dan orang dewasa mengais makanan di tong sampah, meminta – minta, dan sejenisnya.     Berbagai hal mereka lakukan demi mendapat makanan.

Melihat saja, hati ini menjadi terharu. Sedih melihat keaadaan mereka yang ada di sekitar kita. Tetapi mengapa masih banyak di antara kita yang belum mengerti apa sebenarnya arti bersyukur atas kenikmatan. Kenikmatan dan segala yang di berikan Tuhan pada diri kita.

Banyak diantara manusia yang terlena dengan kebahagiaan dan lupa untuk bersyukur. Padahal Allah yang memberi kebahagiaan itu kepada manusia. Setiap orang pasti ingin bahagia, dan Allah tidak akan ‘sungkan’ memberikan kebahagiaan bila hambanya selalu bersyukur pada – Nya.

Disisi lain, kita mengetahui bahwa kehidupan tidak selamanya tentang kesenangan dan kebahagiaan. Ada masanya kita akan merasakan kesedihan dan kerapuhan. Kehidupan ini bagaikan sebuah roda, kadang kita berada di atas dan kadang kita berada di bawah.

Saat kita berada di bawah kita tidak boleh berputus asa karena kebahagiaan yang di berikan Allah akan membuat hambanya bersyukur. Dan yakinlah bahwa dibalik hal itu akan ada hikmah yang kita dapatkan.

Dengan rasa syukurlah seorang hamba dapat selalu mengingat Allah. Maka seharusnya kita memaknai bahwa bersyukur atas kebahagiaan dan kebahagiaan karena bersyukur.

Kesyukuran dan kebahagiaan tentunya memiliki kaitan yang erat dalam kehidupan kita. Karena dengan bersyukur kita menjadi bahagia. Dan dengan kebahagiaan seharusnya kita menjadi bersyukur.
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.