Berita Terbaru :

Jumat, 08 Mei 2015

Alas Kaki

Oleh | Atna Dewi

Alas kaki. Siapa yang tidak mengenalnya. Alas kaki ( sepatu atau sandal ) adalah hal yang selalu diingat. Terutama saat berpergian atau keluar rumah. Alas kaki tidak hanya dipakai diluar ruangan. Tetapi juga didalam ruangan, misalnya ke kamar mandi, didalam rumah bagi penderita reumatik, atau dalam kesempatan lainnya. Seperti itulah kebutuhan terhadap alas kaki.

Ketiadaan alas kaki ketika bepergian membuat seseorang tidak nyaman itu hal biasa. Tetapi ketidaknyamanan seseorang ketika memakai alas kaki yang tidak terawat dengan baik ( baca: tidak bersih ) itu baru luar biasa. Menurut penulis, itu menjadi nilai tambah bagi seseorang yang mampu memikirkannya.

Alas kaki merupakan bagian paling bawah dari diri seseorang. Sehingga jarang diperhatikan apalagi menjadi perhatian khusus. Walaupun hanya sepasang alas kaki, tidak jarang dibiarkan kotor bahkan sampai beberapa waktu lamanya. Alasannya bukan karena tidak ada air untuk mencucinya. Tetapi kebiasaan buruklah yang membentuknya. 

Biasanya perhatian terhadap alas kaki tidak seperti bagian atas dari diri kita seperti jilbab, topi, syal, baju, rok/celana, atau aksesoris lainnya. Difaktori kecendrungan kita yang lebih memperhatikan sesuatu yang mudah terlihat oleh orang lain. Alhasil jadilah nasib alas kaki “berkarat” setiap berpergian.

Mengenai alas kaki banyak hal yang bisa kita bahas, seperti kebersihan dan kerapian. Sikap tidak perhatian terhadap alas kaki bahkan sering berakibat fatal. Kenapa? Karena bagian ini bisa menjadi ukuran kepribadian seseorang yaitu kebersihan dan kerapian.

Logika sederhananya, ketika seseorang mempunyai perhatian khusus terhadap hal paling bawah ( kecil ) dari dirinya seperti alas kaki. Secara tidak langsung bisa ditarik kesimpulan secara umum ia akan memiliki perhatian lebih terhadap hal besar lainnya.

Sorotan lainnya mengenai alas kaki. Ada tipe orang hanya memiliki satu pasang alas kaki untuk dipakai kemanapun. Sehingga orang – orang sudah mafhum dengan tuan si sandal. Sepasang alas kaki untuk kergi kepasar, ke tempat ibadah, kesekolah, ke kamar mandi, dan lain – lain. Satu pasang alas kaki untuk semua. All in One bahasa kerennya.

Parahnya, jika seseorang itu tinggal di daerah basah ( becek ). Jadilah, alas kaki yang bernoda dibawa kemana – mana. Sungguh tidak nyaman dipandang mata.

Selain kebersihan, kerapian tentang alas kaki juga memiliki hubungan “persaudaraan”. Kita sering melihat tumpukan/parkiran sandal ditempat keramaian yang tidak beraturan. Akibat alas kaki yang tidak beraturan terjadi kemacetan ketika peserta acara/kegiatan sama – sama keluar dari lokasi. Tidak hanya itu bahkan kejadian yang sering didengar/saksikan (atau pengalaman pribadi pembaca ) tentang alas kaki yang tertukar atau sengaja ditukar.

Meskipun ada sebagian orang mengganggap bagian ini tidak penting tetapi ketahuilah dari kebiasaan ini sekali lagi bisa melihat keperibadian seseorang.

Menjaga kebersihan alas kaki itu tidak harus mahal. Sebab alas kaki tidak harus berstatus baru setiap dipakai. Ia bisa diciptakan dengan mencuci rutin terutama dimusim penghujan. Hal terpenting lainnya adalah menyesuaikan alas kaki dengan kondisi bepergian. Sehingga alas kaki ke kantor tidak sama dengan ke tempat ibadah. Tidak sama juga dengan alas kaki ke pasar atau ke kamar mandi.

Seperti itu juga dengan menjaga kerapian. Ia hanya dimulai dengan kebiasaan untuk meletakkan secara baik dan rapi ditempat yang disediakan. Suatu kebiasaan semuanya berawal dari satu kali dan dilakukan terus – menerus. Jadilah kita memulai sesuatu yang baik dan melakukannya secara berulang – ulang.
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.