Berita Terbaru :

Rabu, 07 Januari 2015

Refleksi 11 Tahun Pasaman Barat


|Oleh Abri Maijon|

Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasaman Barat yang jatuh pada tanggal 7 Januari 2015 begitu memukau. Pemda Pasaman Barat memberi nama kegiatan peringatan HUT ke 11 kabupaten itu sebagai Pesta Rakyat Pasbar. Tak tanggung-tanggung Bupati beserta jajarannya  menyuguhkan berbagai kegiatan seperti festifal seni, Pasaman Barat Expo, jalan sehat berhadiah mobil, hingga atraksi pesawat tempur F16 milik TNI. Antusias publik begitu nyata, seolah tidak begitu peduli dengan sejumlah persoalan yang masih membelit kabupaten itu. Partisipasi rakyat dan inisiatif pemerintah daerah termasuk program pembangunannya patut diberi apresiasi.
Daerah dengan luas 9,19% dari luas wilayah Sumatera Barat itu berusaha terus menggeliat bangkit untuk lebih maju sejajar dengan kabupaten kota lain di Sumatera Barat. Walaupun dibeberapa sisi pergerakannya terlihat tertatih-tatih. Pasaman Barat sebagai mana orang mengenal  merupakan negeri yang kaya, berbagai potensi alam terkandung di perut bumi  Pasbar, lautnya juga kaya. Wikipedia, sebuah situs Ensiklopedi menulis  potensi besar Pasaman Barat terletak pada sektor perkebunan kelapa sawit. 
Negeri ini juga terkenal dengan penghasil jagung. Selain itu kabupaten dengan jumlah penduduk 392.907 jiwa itu memiliki potensi disektor pertambangan seperti tambang emas. Juga tersedia bahan baku industri semen di kecamatan Gunung Tuleh, yang depositnya mencapai 2 miliar ton dengan luas sebaran 2.500 ha, konon bisa diproduksi selama 300 tahun.
Tantangan terberat kabupaten ini menurut data BPS Pasbar 2013 terlihat dari latar belakang dan jenjang pendidikan penduduk Pasbar, tidak tamat SD angkanya mencapai 36,17%, SD/sederajat 25,9%, SLTP 18,54%, SLTA 15,57%, Diploma/akademi 1,73%, dan yang berijazah sarjana hanya 2,04% saja. Inilah kondisi yang berbanding terbalik dengan potensi sumber daya kekayaan alam Pasbar.
Selain faktor kemiskinan, negeri yang mekar dari kabupaten Pasaman tahun 2004 silam itu juga dipisahkan oleh fasilitas transportasi jalan raya yang sangat buruk. Pasaman Barat saat ini adalah kabupaten di Sumatera Barat yang sangat tertinggal dari pembangunan jalan raya dibanding dengan kabupaten kota lain di provinsi ini yang jalan rayanya sudah sangat bagus dan mulus. Kenapa hanya Pasaman Barat yang tertinggal? Ada apa?
Mengutip Opini Musriadi Musanif di Harian Singgalang, 11 Desember 2014, jalur Pasaman Barat dibangun diawal 1980-an uangnya dari bantuan dari pemerintah Republik Federal Jerman. Jalur itu belum pernah diperbaiki secara serius hingga kini, kecuali tambal sulam. Inilah jalan nasional Simpang Ampek-Manggopoh (Agam) yang panjangnya 72 km yang kondisinya menyedihkan.
Masyarakat Pasaman Barat hampir putus asa dan layak terus bertanya dan mengkritik pemerintah terkait karena lambannya pembangunan jalur utama yang menghubungkan Pasbar dengan ibukota provinsi itu. Seolah tidak mendapat prioritas penting. Padahal salah satu faktor  penunjang urat nadi perekonomian masyarakat. Lihatlah dengan jujur beberapa sektor bisnis  seperti perdagangan di daerah ini terlihat pergerakannya sangat lesu dan seolah tidak menjanjikan.
Kita berharap semua pihak termasuk para wakil rakyat yang duduk di DPR RI, DPD RI maupun Provinsi yang meraup suara dari kabupaten Pasaman Barat dapat merasakan derita rakyat Pasbar yang sudah puluhan tahun itu. Wakil rakyat dan pihak pemerintah mesti duduk bersama dan berjuang habis-habisan agar fasilitas publik itu dapat diselesaikan dengan segera. Menanggalkan ego masing-masing. Pemerintah harus memperkuat lobi ke pihak terkait.
Walaupun bukan daerah tujuan dan pelintasan padat, kabupaten yang bersebelahan dengan Mandailing Natal Sumatera Utara itu perlu mengoptimalkan potensi parawisata. Nyaris tidak ada objek wisata yang menonjol dan dikenal orang di luar kabupaten atau luar provinsi. Keadaan itu juga diperparah dengan sarana transportasi darat yang tidak memmadai, akibatnya orang yang datang dan berkunjung ke Pasbar dianggap sebagai perjalanan yang melelahkan, sekaligus menakutkan.
Pemerintah dalam hal ini diharapkan berupaya keras membenahi dan mengoptimalkan potensi objek wisata setelah menuntaskan jalan raya sebagai jalur utama. Pasbar setidaknya dikenal dengan salah satu objek wisata yang memukai sebagai icon.  Sebagaimana Seriusnya kabupaten lain menggarap parawisata dengan serius, sebut saja Pesisir Selatan dengan pantainya. Pasbar punya Pulau Panjang yang menawan, pantai sasak yang indah, namun belum maksimal tergarap. Semoga berbagai persoalan daerah ini segera pulih secara berangsur. Selamat ulang tahun negeriku!
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.