Berita Terbaru :

Selasa, 07 Januari 2014

10 Tahun Pasaman Barat, Mengejar Ketertinggalan


                                                   Oleh: Abri Maijon*

         Kabupaten Pasaman Barat kini genap berusia 10 tahun. Daerah ini dimekarkan dari kabupeten Pasaman,  sejak 7 Januari 2004 silam. Sebagai daerah baru, kabupaten dengan jumlah penduduk 376.548 (data BPS Pasaman Barat, 2012)  ini terus melihatkan kemajuan berarti. Gedung-gedung pemerintahan terlihat megah dan tertata, begitupun pembangunan disektor lain terus tumbuh dan berkembang cukup pesat.
         Pasaman Barat termasuk daerah yang menjanjikan dari sektor perkebunan, terutama komoditi kelapa sawit dan jagung. Tak heran daerah ini dijuluki sebagai negeri petro dolar, karena kekayaan alamnya yang melimpah. Tak hanya warga Pasaman Barat, orang dari kabupaten/kota lain baik di Sumatera Barat maupun luar Sumbar, Pasbar menjadi terget investasi. Termasuk pengusaha asing yang semakin kuat menancapkan kukunya di negeri dengan luas 3.864,02 km2. Daerah ini juga menyimpan banyak sumber daya alam lainnya disektor pertambangan seperti emas, biji besi, granit dan lainnya.
         Namun kekayaan alamnya tidak berbanding lurus denggan fasilitas publik yang mestinya tersedia dalam kondisi layak pakai.  Kita merasakan tertinggal jauh dari jalur transportasi karena buruknya infrastruktur jalan raya. Bahkan jalur utama kabupaten itu kondisinya amat parah, terutama yang menghubungkan jalur depan RSUD Pasaman Barat hingga berbatasan dengan Kabupaten Pasaman sebelah selatan. Jalur masuk ke Pasaman Barat Barat dari Kabupaten Agam kondisi jalannya juga rusak berat dan hancur. Tak heran kita melihat warga menanami badan jalan dengan pohon pisang atau singkong sebagai bentuk protes kepada pemerintah atau para pengemudi mobil besar.
         Saya juga tidak tahu apakah para pejabat  di kabupaten Pasaman Barat atau yang datang ke Pasaman Barat tidak merasakan jalan berlobang dan amat memprihatinkan itu? Entahlah! Mungkin dengan fasilitas kendaraan mewah, tidak begitu kuat guncangan kendaraan kuda besi yang mereka tumpangi.
         Barangkali tidak berlebihan menggunakan istilah tertinggal untuk kabupaten ini. Sebab disegala penjuru kabupaten maupun kota di Sumatera Barat rata-rata akses jalan utamanya sudah memadai dan cukup bagus. Hanya Pasaman Barat saja yang infrastruktur jalannya rusak parah.
Akhir Desember lalu, ketika mengunjungi kabupaten lain seperti Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Agam, Solok, dan lainnya, akses jalannya sangat memadai dan mulus. Terutama Pesisir Selatan, saya terdecak kagum dengan negeri itu, akses jalannya sangat layak, kotanya tertata dan bersih, objek wisatanya juga menawan.
Saya berfikir, begitu besarnya perhatian kepala daerah dalam mengemas daerahnya, termasuk perhatian terhadap objek wisata. Daerah itu kini menjadi target kunjungan dari berbagai daerah lain, saya memperhatian plat mobil para pengunjung di Pantai Carocok, mereka berdatngan dari Riau, Jambi, Bengkulu, Medan dan lainnya. Sekali lagi menakjubkan! Saya berfikir, Pasaman Barat juga punya potensi wisata pantai yang bagus, tapi kenapa tidak tergarap masksimal, padahal PAD Pasaman Barat munkin jauh lebih besar dibanding Pesisir Selatan.
         Kita tak butuh debat panjang tentang status jalan raya itu. Apakah jalan kabupaten atau jalan propinsi, atau negara. Masyarakat awam sekalipun jelas dan tahu jawabannya. Jika itu yang mengemuka maka yang terjadi adalah debat dan saling lempar. Saling lempar tanggungjawab untuk menutupi kelemahan dan ketidak mampuan. Yang kita inginkan adalah kearifan para pemimpin daerah untuk memikirkan lebih nyata hajat hidup orang banyak.  
Kita memang sudah lama risau atas banyaknya ruas jalan yang rusak. Pemerintah mesti punya program jangka pendek guna memulihkan keadaan. Sebab, kelambanan dalam mengatasi kerusakan akan punya implikasi serius terhadap perekonomian dalam jangka panjang. Kekurangan infrastruktur, seperti jalan, jelas memperburuk iklim usaha. kerusakan infrastruktur sangat mungkin menyebabkan daerah yang tadinya maju menjadi ikut terkebelakang. Pemerintah harus menjadikan prioritas utama pembenahan infrastruktur yang juga menjadi urat nadi perekonomian. Selamat ulang tahun Pasaman Barat ke-10. Jayalah negeriku! (*Staf Pengajar di SMP IT darul Hikmah, Pasaman Barat)
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.