Berita Terbaru :

Senin, 06 Mei 2013

SMP Berbasis Pesantren, Terobosan Baru Pendidikan.


Oleh Abri Maijon, S.Pd (Kepala SMP IT Darul Hikmah)
Menjamurnya sekolah umum berbasis pembinaan islam (pesantren) akhir-akhir ini mendapat respon dari pemerintah dalam hal ini kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dulu Kemendiknas). Kemendikbud menggandeng Kementerian Agama agar dapat berjalan sinergi memberi perhatian dan mengoptimalkan sekolah umum yang di dalamnya mengajarkan pendidikan keislaman untuk peserta didik.
Jika sebelumnya pelajaran agama di sekolah umum porsi waktunya sangat sedikit (hanya 2 jam pelajaran per minggu), maka dengan konsep terpadu pembelajaran agama dapat berlangsung lebih lama dan praktiknya lebih nyata. Begitu pun dengan pondok pesantren, jika sebelumnya mata pelajaran umum waktunya belum memadai, sekarang porsi waktunya tersedia lebih cukup. Kini kedua disiplin keilmuan itu dapat berjalan sejajar dan sama-sama kuat.
Upaya memadukan pendidikan sekolah formal, khususnya SMP, dengan pondok pesantren ternyata mampu menghasilkan sistem pendidikan yang lebih kuat dan lengkap. Pengembangan model pendidikan SMP berbasis pesantren merupakan upaya memadukan keunggulan pelaksanaan sistim pendidikan di sekolah umum dan kelebihan sistim pendidikan di pondok pesantren.
Keunggulan yang terdapat pada masing-masing lembaga pendidikan akan semakin bermakna dikelola secara integral dan terpadu. Integrasi ini menjadi perangkat yang berharga bagi peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang punya kecerdasan dan wawasan umum sekaligus memiliki kekuatan rohani yang tangguh.
Jika di pondok pesantren diajarkan dan kental dengan aspek kemandirian, moralitas, daya juang, dan kekuatan ibadah, maka SMP di ajarkan pengetahuan umum seperti sains, budaya, sastra, serta teknologi dengan kurikulumnya yang  terstruktur serta SDM yang tersedia lebih lengkap. Proses integrasi diharapkan agar peserta didik ke depan mampu menjadi pribadi yang handal, memiliki kecerdasan intelektual, sekaligus punya karakter dengan kekuatan spritual dan  sosial yang melekat di dalam dada.
Inilah penanaman nilai karakter yang sesungguhnya. Peserta didik dibina dan dibimbing dengan karakter berbasis masjid. Pendekatan spritual yang sesuai dengan nilai Al-Qur’an. Nilai karakter memang harus ditanamkan sejak dini. Apa lagi di usia SMP adalah masa yang sulit, penuh tantangan, dan gejolak. Ibarat pondasi bagi sebuah bangunan, usia SMP adalah masa pemasangan pondasi. Ia harus dipasang kuat agar bangunannya bisa berdiri dengan kokoh dan kuat. Penanaman karakter harus dipastikan dapat berlangsung sukses di masa ini.
Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) secara nasional mulai dideklerasikan tahu 2008 silam. Menurut data Kemdikbud, sampai tahun 2010 tercatat sudah 66 sekolah yang tersebar diberbagai propinsi di Indonesia yang bergabung dalam sekolah Berbasis Pesantren (SBP). Dan hingga tahun ini (2012), jumlahnya sudah mencapai 302 sekolah. Di Sumatera Barat, tercatat 4 (empat) sekolah yang dipilih Kemendikbud dan Kemenag bergabung di SBP diantaranya SMP IT Darul Hikmah Pasaman Barat, SMP Nurul Ikhlas Tanah Datar, SMP Perguruan Islam Ar-Risalah Kota Padang, dan SMP Prof. Dr. Hamka di Padang Pariaman.
Sebagai mana laporan Direktur Pembinaan SMP Ditjen Dikdas Kemdikbud Dr. Didik Suhardi, M.Ed di hadapan peserat koordinasi sekolah SBP se-Indonesia di Cipanas Jawa Barat 5 – 8 Desember 2012, Sekolah SBP secara nyata terus menjukkan kemajuan yang pesat dan perkembangan secara kuantitas maupun kualitas. Ditandai dengan perolehan prestasi sekolah dan jumlah penerimaan siswa dari tahun ke tahun yang terus meningkat
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.