Berita Terbaru :

Rabu, 29 Mei 2013

Membumikan Sifat Kenabian

Oleh Supadilah*
Peringatan maulid (kelahiran) nabi hendaknya menjadi momentum untuk menambah kecintaan kepada nabi dan mewarisi sifat-sifat nabi,  bukan hanya seremonial belaka yang di dalamnya tidak lepas dari hafalan seputar nama ayah dan ibu nabi, nama kakek nabi, isteri nabi, umur nabi Muhammad saat diangkat menjadi nabi, dan semisalnya. Akan tetapi lebih dari itu, ada hikmah yang patut diambil dan diimplementasikan dalam diri dan kehidupan kita.

Alasan perlunya memeringati maulid nabi diantaranya adalah sebagai upaya untuk mewarisi sifat-sifat nabi. Ada empat sifat nabi yang perlu kita warisi saat ini. Pertama, sifat nabi adalah shiddiq yang artinya benar. Bukan hanya benar dalam perkataan saja, tapi perbuatannya juga benar. Perbuatan sejalan dengan perkataan. Beda dengan kita kebanyakan. Kadang mudah berucap tetapi sulit untuk melakukannya. Politisi negeri ini pun demikian, banyak janji manis yang ditebar namun banyak yang tidak ditepati.

Dinegeri ini, kejujuran begitu mahal dan sulit didapati. Mulai dari pemimpinnya, yang seharusnya menjadi contoh bagi rakyatnya, malah jauh dari kejujuran itu sendiri. Buktinya adalah kasus korupsi, kasus suap,dan sejenisnya. Mirisnya, kasus pidana itu dilakukan oleh mereka yang tahu soal agama misalnya yang terjadi di kementerian agama. Tungkek mambao rabah, kata orang minang.

Sifat nabi selanjutnya adalah amanah atau benar-benar bisa dipercaya, terbukti dengan gelar Al Amin yang dianugerahkan kepada beliau. Penganugerahan gelar sebagai orang yang dapat dipercaya ini jauh sebelum beliau diangkat menjadi nabi. Rasulullah SAW disegani oleh kawan maupun lawan. Bahkan orang yang memusuhi beliaupun meyakini ucapan beliau. Beda dengan kita, bisa saja kawan mempercayai kita, tetapi lawan jelas tidak percaya dengan kita. atau bahkan tak jarang kawan hanya pura-pura percaya kepada kita, padahal di dalam hatinya tidak percaya pada kita.

 Rasulullah memiliki sifat tabliqh atau menyampaikan. Kepada siapa saja beliau sampaikan risalah islam dengan berani. Rasulullah SAW menyampaikan kebenaran meskipun terasa pahit dan ada konsekwensi dibelakangnya. Godaan, siksaan, intervensi hingga ancaman untuk dibunuh pun pernah beliau alami. Akan tetapi beliau tetap tidak bergeming dalam menyampaikan risalah islam. Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima. Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab, ”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”.

Rasulullah memiliki sifat fathonah yang artinya cerdas. Jika kita baca sirah nabi, maka akan kita dapati betapa cerdasnya rasulullah. Beliau juga ahli strategi perang. Hampir semua perang dimenangkan oleh umat islam dengan taktik yang beliau terapkan. Meskipun demikian, tidak serta membuat rasulullah mau menang sendiri dan tidak mendengarkan pendapat para sahabat. Dalam banyak kesempatan, beliau menampung pendapat dari para sahabat. Kecerdasan rasulullah dalam memilih para sahabat untuk ditempatkan diberbagai posisi atau jabatan yang tepat, yang menghasilkan kerja produktif. Hingga, bangsa Arab yang pada mulanya adalah bangsa bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan, pengaruhnya melebihi luas benua Eropa. Membentang dari Spanyol dan Portugis di Barat hingga India Barat. Sehingga tepat rasanya Michael H Hart yang notabene non-muslim pun menempatkan Nabi Muhammad sebagai tokoh nomor 1 di dunia, mengungguli Yesus dan tokoh-tokoh dunia lainnya.

Selama masih ada begitu banyak kemaksiatan dan kejahatan merajalela di muka bumi ini, belum mampu diterapkannya sifat-sifat nabi pada umat, maka selama itu masih perlu adanya upaya-upaya yang menyadarkan pentingnya implementasi keempat sifat nabi, diantaranya adalah dengan peringatan maulid nabi. Meski peringatan maulid nabi sendiri masih terdapat perbedaan dan perdebatan antara yang membolehkan dan ada yang tidak membolehkan, setidaknya melihat kondisi umat muslim saat ini, dan juga yang terjadi generasi mudanya, rasanya maulid nabi tetap perlu diadakan.

Selain itu,  peringatan maulid nabi merupakan implementasi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Al Qadhi 'Iyadl rahimahullah, berkata: "Di antara bentuk cinta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan menolong sunnahnya, membela syariahnya, berangan-angan hidup bersamanya Setiap muslim wajib mencintai nabinya, bahkan kecintaan itu harus melebihi kecintaan terhadap apapun. Termasuk diri kita sendiri.  Cinta kepada Rasulullah SAW merupakan bagian dari ibadah yang agung.



Maulid nabi juga merupakan momen untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan pada generasi muda untuk tahu tentang nabi. Tak dipungkiri, generasi muda saat ini jauh dari ajaran islam. Pergaulan bebas akibat modernisasi membuat mereka asing dengan islam. Gelombang ghazwul fikri (perang pemikiran) yang kian santar, membuat bermacam penyimpangan pada generasi muda. Maka muncullah paham kebebasan yang kebablasan, termasuk adanya Jaringan Islam Liberal (JIL), dan atheism. Dengan islam sendiri mereka jauh. Ibadah jarang-jarang, pengetahuan tentang islam sangat sedikit. Tanyakan saja kepada mereka apa yang mereka ketahui tentang islam dan nabi mereka. Banyak diantara mereka yang tidak tahu. Sedikit diantara mereka yang hafal dan paham tentang nabi Muhammad SAW, nabi mereka. Melihat kondisi generasi muda seperti itu, maka rasanya tetap perlu diadakannya peringatan yang mampu memunculkan dan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap islam, salah satunya adalah dengan peringatan maulid nabi. mari hilangkan perpecahan diantara kita. dengan tidak saling menghujat. Bagi yang tidak setuju dengan pelaksanaan maulid nabi, tidak apa-apa. Hanya saja, jangan menyalahkan dan menghujat apalagi sampai mengkafirkan mereka yang melaksanakan maulid nabi.

Siapapun dan apapun profesi kita, bisa saja mewarisi keempat sifat nabi tersebut. Memang tidak mungkin kita menyamai rasulullah, tapi setidaknya dengan mencontoh beliau, maka akan ada kebaikan yang kita dapati. Umat islam merindukan sosok yang bisa memiliki dan mewarisi sifat nabi tersebut, untuk mengembalikan kejayaan agama di muka bumi



Pengajar di Ponpes Darul Hikmah, Pasaman Barat
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.