Blogger Widgets
Berita Terbaru :
#htmlcaption1 # # # #
blogger tricksblogger templates

Senin, 06 Mei 2013

Disiplin Berbahasa

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat penting dimiliki oleh kita. Ini berfungsi untuk mempermudah dalam mempelajari ilmu pengetahuan dan berbicara. Banyak orang yang sulit atau gagap berbicara di depanumum karena terbiasa dengan bahasa daerah.
Ini disadari betul oleh SMP IT Darul Hikmah, sekolah berbasis pesantren yang beralamat di Jalan Simpang Tiga Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Sekolah ini mewajibkan penghuninya berbahasa Indonesia yang baik dan benar saat berada di lingkungan sekolah. peraturan ini dimulai pada semester ini di tahun ajaran 2012/2013.
Peraturan ini dibuat agar siswa terbiasa dengan berbahasa yang baik, santun, dan benar. Sebelumnya dilakukan masa percobaan selama satu pekan. Ini dimaksudkan agar memberikan waktu adaptasi untuk siswa. Setelah masa percobaan selesai, maka sanksi atau iqob diberlakukan.
Sanksinya adalah bagi ikhwan (siswa laki-laki) mengikuti kegiatan olahraga futsal dan penggunaan laptop di sekolah. satu kali melanggar maka diberikan sanksi satu hari. Untuk akhwat (siswa perempuan) maka diberikan sanksi berupa penyematan selempang bertuliskan ‘pelanggaran berbahasa’ yang wajib dikenakan selama 24 jam penuh di lingkungan SMP IT Darul Hikmah.
Hasilnya, beberapa siswa masih juga menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah. tapi jumlahnya sangat sedikit. Misalnya yang terjadi di akhwat, hanya dua orang yang masih menggunakan bahasa daerah. Mereka pun diberikan penyematan selempang pada apel pagi di hari Selasa (23/4).
Selempang disematkan oleh ustadzah Yunesli Yunius selaku kepala pembinaan akhwat. Beliau mengatakan bahwa sanksi ini dilakukan agar bisa mewujudkan disiplin berbahasa di sekolah “Agar yang lain jera. Jadi yang malu mendapat selempang ini, ya jangan berbahasa daerah” tegasnya.

Ditekankannya, tidak ada maksud untuk merendahkan. Juga jangan dipandang sebagai hukuman. Tapi ini sebagai pelajaran agar benar-benar berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Meski begitu, kebijakan sekolah tidak kaku benar. Sekolah masih mempunyai ruang toleransi untuk berbahasa daerah. Sekolah juga menyadari bahwa bahasa daerah juga tidak boleh hilang. Maka, ada beberapa kondisi yang membolehkan untuk berbahasa daerah. Pertama, jika terpaksa. Artinya, selain dengan bahasa daerah maka maksud pembicaraan tidak sampai. Misalnya penggunaan peribahasa dan ungkapan dalam bahasa Minang. Kedua, jika bertemu dengan orang tua atau keluarga. Ini dibolehkan oleh sekolah. meski demikian, sekolah lebih menganjurkan untuk berbahasa Indonesia dengan keluarga. Yang jelas, sekolah menekankan pentingnya ketepatan dalam menggunakan bahasa. Saat berada di lingkungan dan kondisi resmi maka harus menggunakan bahasa resmi yaitu bahasa Indonesia. Sementara untuk lingkungan dan kondisi tidak resmi maka dibolehkan berbahasa daerah.
Oleh Supadilah
 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.