Blogger Widgets
Berita Terbaru :
Headlines :

Entri Populer

Seleksi PPDB Gelombang Pertama

Kumpulan Kultwit

Prestasi

Berita Sekolah

Kamis, 06 Maret 2014

Me-Recycle Bin TIK


Abri Maijon
Kepala SMP IT Darul Hikmaht/Guru TIK

Mata Pelajaran TIK akan dihapus! Begitu ledek seorang teman sesama guru kepada saya. Menanggapi dihilangkannya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari daftar mata pelajaran pendidikan nasional, menyusul diberlakukan kurikulum baru pengganti kurikulum KTSP. Rencananya perubahan akan diberlakukan serentak disetiap sekolah mulai Juli 2014. Perampingan mata pelajaran oleh Kemdikbud, dan TIK  adalah salah satu mata pelajaran yang terpental tentu saja bukan informasi baru.
Sejak dimulai perbincangan tentang rencana perubahan kurikulum pendidikan, kita sudah mengetahui dan bahkan sebagian juga terlibat dalam perdebatan pro kontra. Ada yang mendukung dan tak sedikit pula yang menolak tentang dideletenya mapel yang baru saja diperkenalkan pada kurikulum 2006 silam, dan mulai diajarkan dua tahun berikutnya.
Untuk mendapatkan masukan dan tanggapan masyarakat Kemendikbud menyediakan ruang diskusi di halaman khusus pada uji publik kurikulum baru pada 2013 lalu. Namun hasil perbincangan dan masukan itu seolah abai begitu saja.
Dalam struktur kurikulum baru, mapel TIK akan diintegrasikan pada semua mapel lainnya berdasarkan konsep pendidikan yang berbasis TIK. Semua guru diminta menerapkan sistim pembelajaran yang berbasis TIK. Demikian menurut Mendikbud Muhammad Nuh, salah satu alasan mapel TIK dihilangkan.
Pemerintah beranggapan bahwa siswa sudah tidak perlu diperkenalkan lagi dengan TIK, karena mereka sudah mampu mengoperasikan komputer, internet, dan perangkat komunikasi lainya.
Memang diakui ada diantara siswa, bahkan mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sekalipun tanpa harus diajari sudah mampu menyalakan komputer. Begitupun internet, mereka telah mampu membuka browser, melakukan pencarian melalui mesin pencari, menggunakan jejaring sosial, game online dan seterusnya.
Begitu tinggi penghargaan pemerintah terhadap sekolah dan siswa tanah air. Seolah tak ada lagi persoalan. Namun, apakah demikian halnya semua siswa di setiap sekolah? Apakah semua siswa di setiap wilayah dari sabang sampai merauke sudah mendapatkan bekal merata dan sama? Akankah semua guru punya pengetahuan yang memadai untuk melengkapi bahan ajarnya berbasis komputer? Entahlah! Kita tentu dapat menjawabnya.
Kita menyayangkan hilangnya mapel TIK. Padahal pelajaran ini termasuk yang disukai siswa, menantang, menarik karena selalu saja ada perkembangan teknologi baru setiap waktu. Bahkan ketika mengajarkan materi yang terkait dengan multimedia, bahasa pemograman, dan komputer jaringan, tak sedikit diantara mereka yang berminat kelak melanjutkan sekolah ke fakultas ilmu komputer.
Mestinya pelajaran TIK diperkaya dan dipertajam. Bukan karena alasan fasilitas yang tidak tersedia di sekolah atau minimnya tenaga pengajar yang berlatar belakang ilmu komputer, kemudian mapelnya dihapus. Mestinya secara bertahap bisa dilengkapi, karena merupakan tanggungjawab pemerintah.
Di samping pengetahuan teknis, pembelajaran TIK harusnya lebih ditekankan tentang media sosial, UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE), bagaimana berinternet sehat, mengembangkan industri kreatif melalui internet, membuat blog, web, email, dan etika berbagi (sharing) di dunia maya.
Agak berbeda dengan negara lain, seperti halnya pemerintah Inggris sangat fokus dengan pelajaran TIK, bahkan negara itu memberikan beasiswa khusus untuk para pengajarnya. Menurut mereka akses pada teknologi modern memungkinkan siswa belajar secara independen untuk menyiapkan diri di kehidupan modern. Pilipina juga mengajarkan TIK dan pemograman komputer. Di Singapura ICT adalah mata pelajaran yang diajarkan disekolah.
Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab untuk menyediakan fasilitas TIK yang memadai di sekolah. Fasilitas tersebut, jika belum memungkinkan, tidak harus digunakan sebagai alat bantu proses belajar mengajar, tetapi cukup diadakan untuk dipelajari. Karena daya saing bangsa mulai sekarang ditentukan oleh sejauh mana warga bangsa menguasai TIK. 


SMP IT Darul Hikmah Rampungkan PPDB Gelombang I



Foto: Ust Masnil, SP (Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Hikmah membuka acara pembukaan seleksi masuk siswa baru SMP IT Darul Hikmah. 
 
SMP IT Darul Hikmah termasuk yang lebih awal membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun pelajaran 2014/2015. Sebagai lembaga pendidikan yang berstatus swasta, pendaftaran diawal waktu itu lazim dilakukan. Sekolah yang menjuarai UN tingkat kabupaten Pasaman Barat ditahun 2013, dan mengungguli nilai Pra UN tahun ini dan tahun sebelumnya telah membuka pendaftaran siswa baru gelombang pertama sejak tanggal 20 Januari 2014.
Kepala SMP IT Darul Hikmah, Abri Maijon, S.Pd menyampaikan pendaftaran gelombang pertama sudah berakhir tanggal 02 Maret 2014 silam.  Seleksi digelombang pertama dan hasil seleksi juga sudah rampung dan diumumkan tanggal 5 Maret 2014. Pendaftar gelombang pertama mencapai 140 orang, membludak dibanding tahun sebelumnya. Tahapan seleksi ujian tulis untuk mata pelajaran Matematika, IPA dan PAI. Seleksi berikutnya adalah tes baca qur’an, serta pemeriksaan kesehatan. Rangkaian wawancara orang tua calon siswa dan calon siswa juga dilakukan pada hari yang sama.
Rangkain seleksi seperti ujian tulis dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan potensi calon siswa dibidang akademik. Tes baca qur’an dalam rangka mengethui baca qur’an untuk kesiapan mengikuti program hafalan Qur’an setelah diterima sebagai siswa SMP IT Darul Hikmah. Sedangkan tes kesehatan yang dilakukan oleh tim medis untuk mengetahui kesiapan fisik calon siswa.  
Hasilnya yang akan diterima dari seleksi gelombang pertama adalah 53 orang, dan lulus cadangan 5 orang. Lebih jauh Abri Maijon menyampaikan, karena alasan keterbatasan sarana fasilitas fisik sekolah seperti ruang belajar dan asrama siswa, maka penerimaan dibatasi dengan saringan cukup ketat.
SMP IT Darul Hikmah adalah sekolah terpadu dengan menggabungkan kurikulum SMP umum dengan pembinaan keislaman yang kuat. Semua siswa dan 90 persen tenaga pendidik, serta seluruh unsur pimpinan sekolah sudah tinggal diasrama dan satu komplek. Sekolah ini sedang pendapat apresiasi dan respon positif masyarakat, karena model pendidikan dan pembinaan siswanya berkualitas dan menyentuh terhadap perkembangan serta  kesholehan diri peserta didiknya.
Setelah seleksi dan penerimaan calon siswa gelombang pertama resmi ditutup, kini dibuka kesempatan pendaftaran gelombang ke dua mulai tanggal 05 Maret sampai 17 Mei 2014. Seleksi ujian masuk 18 Mei 2014. Dan pengumuman seleksi tanggal 21 Mei 2014.  Untuk informasi lengkap dapat mengakses laman www.smpitdarulhikmah.sch.id.
Hasil seleksi dapat dilihat pada link berikut: http://www.smpitdarulhikmah.sch.id/2014/03/hasil-seleksi-ppdb-gelombang-pertama_4.html

Selasa, 04 Maret 2014

HASIL SELEKSI PPDB GELOMBANG PERTAMA TAHUN 2014

Berikut lampiran surat keputusan HASIL SELEKSI PPDB GELOMBANG PERTAMA





Selamat kepada peserta Seleksi PPDB SMP IT Darul Hikmah t/a 2014-2015 yang sudah LULUS.

Kamis, 16 Januari 2014

Minggu Pagi di Pembibitan Ikan Bung Hatta



Minggu adalah hari yang ditunggu banyak orang untuk berlibur.  Hari itu juga akhir pekan yang menyenangkan yang biasa digunakan untuk agenda santai dan berkumpul serta bermain bersama seluruh anggota keluarga.  
            Demikian halnya dengan SMP IT Darul Hikmah, akhir pekan kali ini dipakai untuk agenda yang amat bermanfaat.  Minggu, 12 Januari 2014 silam dilaksanakan jalan santai sekaligus kunjungan edukatif ke sebuah lokasi pembibitan ikan milik Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta Padang, di Padang Halaban Nagari Kapa, Kec. Luhak Nan Duo Pasaman Barat.
            Agenda ini diikuti seluruh siswa putra SMP IT Darul Hikmah kelas VII – IX, didampingi para guru pembimbing. Rombongan berangkat dari SMP IT Darul Hikmah usai menunaikan sholat subuh berjamaah dan program tahfizh Qur’an. Tepat pukul 06.00 WIB peserta terlihat telah berkumpul di lapangan sekolah lengkap dengan seragam olah raga rapi. Karena seluruh siswa dan pembimbing berdomisili di asrama, rombongan lebih mudah dikoordinir dan berangkat tepat waktu. Terlihat peserta cukup antusias dan semangat menyusuri perjalanan sepanjang 3000 meter dari lokasi sekolah hingga mencapai lokasi.
Rombongan yang di pimpin Ust. Agus Hendra disambut hangat oleh Yuliandri, SE, pegawai Universitas Bung Hatta yang ditugaskan khusus oleh pihak kampus menjaga dan merawat tempat balai pembibitan. Tempat itu cukup menakjubkan, karena seluas 2 hektar terhampar petak kolam yang diisi berbagai jenis ikan air tawar. Mulai lele hingga ikan hias. Seluruh siswa berkesempatan menyambangi setiap kolam yang tersebar di area itu. Turut serta dalam rombongan, Kepala SMP IT Darul Hikmah, Abri Maijon, S.Pd dan pembina Asrama Ust. Salman, S.PdI, dan Ust. Hengki Fikra.
Usai menikmati perjalanan mengelilingi hampir seluruh petak kolam, rombongan duduk disebuah pondok lengkap dengan bangku serta meja yang sepertinya sengaja disediakan untuk tempat pelayanan masyarakat atau stand diskusi serta riset mahasiswa Bung Hatta. Di tempat itu rombongan telah ditunggu Bapak Yuliandri dan siap memberikan penjelasan kepada siswa perihal keberadaan kolam dan pembibitan ikan, sesuai dengan yang diminta sekolah.
Pertemuan itu berlangsung menarik dan cair, diberikan kesempatan bertanya untuk siswa dan pembimbing. Pak Yul, mengisahkan sejarah kolam dibangun tahun 1985 yang awalnya milik pengusaha berkebangsaan Jerman. Pada saat yang sama telah dimulai program pembibitan yang semua benih (ikannya) adalah bibit unggul. Bibit ikan kala itu dibagikan kepada masyarakat secara gratis, bagi siapa saja yang datang menjadi petani ikan. Kala itu juga program perkebunan plasma sawit yang berada di daerah Jambak dan sekitarnya, juga digulirkan oleh pengusaha yang sama.   
Pihak Universitas Bung Hatta kemudian membeli lokasi pembibitan. Namun kini bagi masyarakat yang membutuhkan bibit ikan, harus merogoh kecek mengeluarkan sedikit biaya sebagai pengganti operasional dan perawatan sesuai jumlah bibit ikan yang dibutuhkan. Pak Yul melanjutkan satu ekor ikan produktif sejenis ikan Nila dapat menghasilkan 15.000 buah telur. Tingkat keberhasilan menetas menjadi anak ikan mancapai 40%  dari jumlah telur. Pria berbadan subur ini menghimbau, untuk konsumsi harian, masyarakat mestinya tidak perlu membeli ikan, cukup sediakan kolam di belakang rumah yang siap diisi ikan. Kapan butuh ikannya dapat diambil. “mengkonsumsi ikan membuat otak menjadi pintar, apa lagi di masa pertumbuhan seusia pelajar seperti anda” lanjutnya.
Setelah lama berdiskusi, rombongan terlihat puas, pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih. Rombonganpun kembali menuju sekolah*

Selasa, 07 Januari 2014

10 Tahun Pasaman Barat, Mengejar Ketertinggalan


                                                   Oleh: Abri Maijon*

         Kabupaten Pasaman Barat kini genap berusia 10 tahun. Daerah ini dimekarkan dari kabupeten Pasaman,  sejak 7 Januari 2004 silam. Sebagai daerah baru, kabupaten dengan jumlah penduduk 376.548 (data BPS Pasaman Barat, 2012)  ini terus melihatkan kemajuan berarti. Gedung-gedung pemerintahan terlihat megah dan tertata, begitupun pembangunan disektor lain terus tumbuh dan berkembang cukup pesat.
         Pasaman Barat termasuk daerah yang menjanjikan dari sektor perkebunan, terutama komoditi kelapa sawit dan jagung. Tak heran daerah ini dijuluki sebagai negeri petro dolar, karena kekayaan alamnya yang melimpah. Tak hanya warga Pasaman Barat, orang dari kabupaten/kota lain baik di Sumatera Barat maupun luar Sumbar, Pasbar menjadi terget investasi. Termasuk pengusaha asing yang semakin kuat menancapkan kukunya di negeri dengan luas 3.864,02 km2. Daerah ini juga menyimpan banyak sumber daya alam lainnya disektor pertambangan seperti emas, biji besi, granit dan lainnya.
         Namun kekayaan alamnya tidak berbanding lurus denggan fasilitas publik yang mestinya tersedia dalam kondisi layak pakai.  Kita merasakan tertinggal jauh dari jalur transportasi karena buruknya infrastruktur jalan raya. Bahkan jalur utama kabupaten itu kondisinya amat parah, terutama yang menghubungkan jalur depan RSUD Pasaman Barat hingga berbatasan dengan Kabupaten Pasaman sebelah selatan. Jalur masuk ke Pasaman Barat Barat dari Kabupaten Agam kondisi jalannya juga rusak berat dan hancur. Tak heran kita melihat warga menanami badan jalan dengan pohon pisang atau singkong sebagai bentuk protes kepada pemerintah atau para pengemudi mobil besar.
         Saya juga tidak tahu apakah para pejabat  di kabupaten Pasaman Barat atau yang datang ke Pasaman Barat tidak merasakan jalan berlobang dan amat memprihatinkan itu? Entahlah! Mungkin dengan fasilitas kendaraan mewah, tidak begitu kuat guncangan kendaraan kuda besi yang mereka tumpangi.
         Barangkali tidak berlebihan menggunakan istilah tertinggal untuk kabupaten ini. Sebab disegala penjuru kabupaten maupun kota di Sumatera Barat rata-rata akses jalan utamanya sudah memadai dan cukup bagus. Hanya Pasaman Barat saja yang infrastruktur jalannya rusak parah.
Akhir Desember lalu, ketika mengunjungi kabupaten lain seperti Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Agam, Solok, dan lainnya, akses jalannya sangat memadai dan mulus. Terutama Pesisir Selatan, saya terdecak kagum dengan negeri itu, akses jalannya sangat layak, kotanya tertata dan bersih, objek wisatanya juga menawan.
Saya berfikir, begitu besarnya perhatian kepala daerah dalam mengemas daerahnya, termasuk perhatian terhadap objek wisata. Daerah itu kini menjadi target kunjungan dari berbagai daerah lain, saya memperhatian plat mobil para pengunjung di Pantai Carocok, mereka berdatngan dari Riau, Jambi, Bengkulu, Medan dan lainnya. Sekali lagi menakjubkan! Saya berfikir, Pasaman Barat juga punya potensi wisata pantai yang bagus, tapi kenapa tidak tergarap masksimal, padahal PAD Pasaman Barat munkin jauh lebih besar dibanding Pesisir Selatan.
         Kita tak butuh debat panjang tentang status jalan raya itu. Apakah jalan kabupaten atau jalan propinsi, atau negara. Masyarakat awam sekalipun jelas dan tahu jawabannya. Jika itu yang mengemuka maka yang terjadi adalah debat dan saling lempar. Saling lempar tanggungjawab untuk menutupi kelemahan dan ketidak mampuan. Yang kita inginkan adalah kearifan para pemimpin daerah untuk memikirkan lebih nyata hajat hidup orang banyak.  
Kita memang sudah lama risau atas banyaknya ruas jalan yang rusak. Pemerintah mesti punya program jangka pendek guna memulihkan keadaan. Sebab, kelambanan dalam mengatasi kerusakan akan punya implikasi serius terhadap perekonomian dalam jangka panjang. Kekurangan infrastruktur, seperti jalan, jelas memperburuk iklim usaha. kerusakan infrastruktur sangat mungkin menyebabkan daerah yang tadinya maju menjadi ikut terkebelakang. Pemerintah harus menjadikan prioritas utama pembenahan infrastruktur yang juga menjadi urat nadi perekonomian. Selamat ulang tahun Pasaman Barat ke-10. Jayalah negeriku! (*Staf Pengajar di SMP IT darul Hikmah, Pasaman Barat)

Rabu, 16 Oktober 2013

SMP IT Darul Hikmah Ikuti Workshop Kurikulum 2013 di Bogor


     (Foto: Bersama tim penyelenggara SMP BP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI)

SBP (Sekolah Berbasis Pesantren) memiliki program yang dikembangkan melalui kerjasama Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PSMP), dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama, serta CERDEV UIN Syarif Hidayatullah. Salah satu program terbarunya adalah sosialisasi kurikulum 2013.
Program ini dilakukan dalam tiga angkatan. Angkatan pertama diselenggarakan  di Surabaya dengan peserta anggota SBP wilayah IndonesiaTimur, angkatan kedua di Yogyakarta dengan peserta anggota SBP wilayah Indonesia Tengah, dan angkatan ketiga diselenggarakan di Bogor dengan peserta SBP wilayah Indonesia Barat yang berjumlah 64 sekolah dengan jumlah peserta keseluruhan 256 orang dengan komposisi satu orang wakil kepala sekolah bidang kurikulum, satu orang utusan dari rumpun MTK/IPA, satu orang utusan dari mapel Bahasa, dan satu orang utusan dari mapel IPS.
SMP IT Darul Hikmah merupakan salah satu sekolah yang diundang untuk menghadiri workshop kurikulum 2013 bertempat di hotel Poencer Bogor, 3 – 6 Oktober 2013 silam. Adapun perwakilan dari SMP IT adalah  ustadzah Suci Ramadhani, S.S selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum,  ustad Bagu Styo wiyono, S.Si, bidang MIPA, ustdzah Nadiyah Syarifa, S.Pd, dari rumpun Bahasa, dan ustadzah Delfi, S.IP perwakilan rumpun IPS.
Menurut Suci Ramadhani, dengan megikuti workshop kurikulum 2013, SMP IT Darul Hikmah akan semakin matang menghadapi kurikulum 2013 yang rencananya diberlakukan mulai tahun ajaran 2014/2015. Melalui bimbingan teknis utusan SMP IT Darul Hikmah telah memperoleh penjelasan yang detail tentang kurikulum 2013. Keempat utusan ini kedepannya bertugas untuk mensosialisasikan informasi yang telah didapat  kepada seluruh tenaga pendidik yang ada di SMP IT Darul Hikmah.
Kurikulum 2013 menekankan pada aspek sikap di samping aspek pengetahuan, dan keterampilan pada siswa. Hal ini tentunya bersinergi dengan visi dan misi SMP IT Darul Hikmah yang menjadikan siswanya memiliki akhlak terpuji sebagai sasaran utama dalam pendidikan. Sebagaimana yang disampaikan Abdul Nasir selaku perwakilan Dirjen PSMP bahwa kondisi moral anak bangsa saat sekarang ini sangat memperhatinkan, mulai dari Pergaulan Bebas, narkoba, tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa, hingga tawuran antar kampung.
Tentu saja menjadi tugas bersama untuk memperbaiki kondisi yang nyata di hadapan mata. Apalagi sekolah berbasis pesantren, sebab sekolah ini yang menawarkan pendidikan yang tidak hanya mengedepankan intelektual saja tetapi juga mengedepankan aspek sikap yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual dan sekaligus spiritual.
Melalui workshop bimbingan teknis ini, diharapkan SMP SBP siap melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014/2015. (Nadya)

Info PPDB

Artikel Siswa

Artikel

OSIS

Profil Sekolah

 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.