Berita Terbaru :
Headlines :

Profil Guru

Abri Maijon S.Pd.

Abri Maijon S.Pd Sekilas membaca namanya, orang menebaknya sebagai seorang TNI. Namun dia bukanlah sosok yang berlatar...

Kusrin, S.PdI

 Kusrin, S.PdIPria kelahiran Tanjung Pangkal 18 November 1984 ini dikenal sebagai seorang Dai....

Suci Ramadhani, SS

 Suci Ramadhani, SS Perempuan kelahiran Bangkinang 7 Juli 1983 ini tercatat sebagai orang lama di SMP IT Darul Hikmah....

Firdaus

 Firdaus Pria ini memang tidak banyak bicara, tapi sekali bicara ucapannya luar biasa....

Indra Budiman, MA.

 Indra Budiman, MA Ust Indra, begitu ia disapa. Pria kelahiran 1 November 1982 ini diamanahkan sebagai guru PAI SMP IT Darul Hikmah Ia menyibukkan dirinya...

Abdul Hadi, Lc

Abdul Hadi, Lc Beliau akrab dipanggil Ust Hadi. Lahir di Padang Panjang, 16 April 1982. Ayah 1 anak ini merupakan urang sumando, Pendidikan...

Agus Hendra

Agus Hendra Ust Agus, nama akrab beliau lahir di Sidomulyo 09 Agustus 1985. Terkenal kocak dan akrab bersama anak-anak…

Heppi Suriya, S.Pd

 Heppi Suriya, S.Pd Sosok yang dekat dan akrab dengan Anak-anak akhwat (putri), diasrama dan sekolah beliau dipanggil zah Heppi. …

Rahmat Illahi, S.Ds

Rahmat Illahi, S.Ds Ust. Rahil, begitu beliau akrab dipanggil. Orang Bukittinggi asli. Ia mengikuti pendidikan SD Islam Al-Ishlah…

Salman, S.SosI

 Salman, S.SosI Jika ada yang bertanya siapa yang mengurusi bagian konseling siswa di SMP IT Darul Hikmah…

Wiwid Widyaningsih, ST

 Wiwid Widyaningsih, ST Perempuan kelahiran Bandung 17 Mei 1975 ini diberikan amanah sebagai guru bidang studi IPA di SMP IT Darul Hikmah.....

Hermalini, S.Pd

 Hermalini, S.Pd Ustazah Lini, begitu ia akrab disapa. Perempuan kelahiran Air Bangis, 7 Juli 1987 ini ditugaskan sekolah...

Zul Isnaendi

 Zul Isnaendi Pria ini terkenal kocak dan cukup dekat dengan anak-anak. Segudang program sekolah bersama wakil kepala bidang kesiswaan …

Belli Rada Putra

 Belli Rada Putra Ust Belli, begitu ia akrab dipanggil. Pria kelahiran Rabbi Jonggor 11 Desember 1989 diamanahkan sebagai pembina asrama putra SMP IT Darul Hikmah....

Bagus Styo Wiyono, S.Si

 Bagus Styo Wiyono, S.Si Akrab dipanggil Ust. Bagus. Lahir di Kediri, 23 Maret 1986. Tamatan FMIPA jurusan Matematika ini dikenal...

Setio Wiyono, S.PdI

 Setio Wiyono, S.PdI Beliau orang jawa asli. Sosok guru yang dikenal ramah, mengajar bidang studi Bahasa Inggris. Lahir di Purworejo,...

Afrizal S.PdI

 Afrizal S.PdI Ust. Af, begitu ia akrab disapa. Pria Kelahiran Kumpulan 14 April 1988 ini diamanahkan sebagai musyrif...

Rahma Dhia Sucy, S.PdI

 Rahma Dhia Sucy, S.PdI Ia disapa Ustazah Rahma. Kelahiran Koto Baru, 1 April 1990. Dikenal sebagai sosok guru yang ramah dan disenangi...

Sinta Iryani, S.Pd

 Sinta Iryani, S.Pd Ustazah Riri, adalah sapaan ibu dua anak ini. Kelahiran Kumpulan, 11 Agustus 1985. Diamanahkan mengajar bidang studi IPS....

Deni Kurniati, S.Si

 Deni Kurniati, S.Si Ustzah Denia, begitu ia dipanggil. Selain sebagai guru Biologi, beliau diberi amanah sebagai musyrifah (pembimbing asrama putri)....

Deni Hendrianto, SIQ, S.PdI

 Deni Hendrianto, SIQ, S.PdI Ust. Deni begitu sapaan akrab beliau, dikenal sebagai seorang guru paling ceria diberbagai keadaan. Kelahiran Bandarejo, 09 Agustus 1985....

Emziwar, S.PdI

 Emziwar, S.PdI Beliau biasa dipanggil Ust. Em. Kelahiran Talu, 10 Oktober 1981. Diamanahkan untuk bisa membimbing....

Elvi Novia S., S.Si

 Elvi Novia S., S.Si Ustazah Epi, nama panggilan dari sosok guru yang disiplin ini lahir 21 November 1989 di Kapa Pasaman Barat, Mengampu mata pelajaran IPA ...

Zelsi Azima, A.Md

erwin Sosok yang satu ini biasa dipanggail ustzah Isil. Kelahiran Padang 5 Juni 1985 span>

Atna Dewi, SH

 Atna Dewi, SH Kelahiran Air Meruap, Kinali tahun 1988 ini merupakan guru mata pelajaran PPKN di SMP IT Darul Hikmah....

Elvi Rahmi, Lc

 Elvi Rahmi, Lc Sosok yang bergabung dengan SMP IT Darul Hikmah ini mengemban amanah sebagai penanggung jawab program tahfizul Quran bersama suaminya Ustad Abdul Hadi...

Nadiyah Syarifa, S.Pd

 Nadiyah Syarifa, S.Pd Kelahiran Padang Panjang, 10 Januari 1988 ini merupakan lulusan Universitas Negeri Padang jurusan Bahasa Indonesia....

Delfitriana, S.Pd

 Delfitriana, S.Pd Ustzah Del, sapaan akrab beliau, merupakan kelahiran Solok 22 Desember 1991. Menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Padang...

Misri Wulanda, S.PdI

 Misri Wulanda, S.PdI Sosok yang satu ini biasa dipanggail ustzah Misri. Kelahiran Malampah 2 Februari 1990 ini menempuh pendidikan...

Rozanna Ismarika, S.Pd

 Rozanna Ismarika, S.Pd Ustazah Zana, sapaan akrab beliau, merupakan kelahiran Air Bangis 26 Maret 1988. Menempuh pendidikan tinggi...

Denny Wani S., S.Pd

 Denny Wani S., S.Pd Sosok yang bergabung dengan SMP IT Darul Hikmah ini mengemban amanah sebagai....

Lika Wati S.Pd

 Lika Wati S.Pd Biasa dipanggil ustazah LIka, sosok yang bergabung dengan SMP IT Darul Hikmah ini mengemban...

Mailiza Rahmi, S.Pd

 Mailiza Rahmi, S.Pd Ustazah Rahmi, nama panggilan dari sosok guru SMP IT Darul Hikmah ini lahir 7 Mei 1989 di Plasma III Pasaman Barat. Mengampu mata pelajaran Matematika...


Artikel Guru

Nasihat

Kisah Inspiratif

Prestasi

Artikel

Puisi

Jumat, 05 Februari 2016

Sahabat Sejati

| Karya: Zikri Anugerah Harahap |*
 Tiba – tiba ku terdiam
Duduk terpaku didepan sekolah
Mengingat kita akan berpisah
Berpisah, berpisah, dan berpisah
Hanya itu yang ada dibenakku
Ketika nanti kita berada di tempat yang berbeda
Dalm suasana yang berbeda
Aku tetap mengingatmu sampai kapanpun
Kita telah lalui berbagai cobaan
Suka duka kita hadapi
Untuk menjadi sahabat sejati
Sahabat, kau akan kukenang selamnaya

*Dimuat dalam koran Harian Singgalang edisi Jum'at, 05 Februari 2016

Kamis, 04 Februari 2016

Rintihan Hati Sahabat



| Karya: M. Hasbi asy syukri |


Kita telusuri seluruh lorong kehidupan
Kau berantas parasit ketidak yakinan
Ku hanya berharap kau jadi rembulan
Untuk melihat berapa jauh arti persahabatan
Kita berangan terlalu kejauhan
Kau bagai pahlawan dari berbagai rintihan perjuangan
Ku hanya bermimpi kau terus menjalin pertemanan
Walaupun banyak kontravensi maupun cobaan
Kini hanya waktu yang memastikan
Walau misrisnya kini ketertinggalan
Luka hati yang tertekan
Karena kau ucap kata perpisahan












                                                                                                               




RINTIHAN HATI SAHABAT
KARYA M. HASBI ASY SYUKRI SMP IT DARUL HIKMAH
Kita telusuri seluruh lorong kehidupan
Kau berantas parasit ketidak yakinan
Ku hanya berharap kau jadi rembulan
Untuk melihat berapa jauh arti persahabatan
Kita berangan terlalu kejauhan
Kau bagai pahlawan dari berbagai rintihan perjuangan

Ku hanya bermimpi kau terus menjalin pertemanan
Walaupun banyak kontravensi maupun cobaan
Kini hanya waktu yang memastikan
Walau misrisnya kini ketertinggalan
Luka hati yang tertekan
Karena kau ucap kata perpisahan
DIMUAT DIKORAN SINGGALANG
SMS ( Singgalang Masuk Sekolah )
EDISI; Rabu, 11 Maret 2015




Mahalnya Harga Cinta


| Ditulis Oleh: Atna Dewi |* 

Sejak beberapa hari terakhir hujan selalu mengguyur bumi. Saat memasuki sore bisa dipastikan awan hitam akan menurunkan hujan. Sudah menjadi rahasia umum jika memasuki bulan masehi yang berakhiran –ber, seperti September, Oktober, November, Desember, hingga awal tahun didominasi oleh tingginya curah hujan. Sehingga muncullah istilah ‘bulan ember’ karena seringnya ember digunakan untuk menampung air saat hujan turun. Pemandangan ini sering terlihat dirumah pedesaan. Seperti itulah celoteh yang sering terdengar. Seolah – olah diwariskan secara turun temurun.
Bagi sebagian kecil orang hujan menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Akan tetapi tidak jarang juga hujan menjadi nikmat Allah yang tidak disyukuri. Mungkin karena setiap orang memiliki kepentingan yang berbeda. Misalnya, tukang cendol akan sangat kecewa dengan turunnya hujan karena akan mengurangi penjualan. Tetapi bagi penjual jas hujan atau payung malah tersenyum lebar. Seperti itulah kehidupan yang sarat kepentingan.
Disini tidak membahas tentang keuntungan atau kerugian para pedagang dimusim hujan. Tetapi lebih dari itu. Ya, sesuatu yang luar biasa dan mendalam tentang kekuatan cinta. Kekuatan cinta yang bernilai sangat mahal. Kekuatan ini dirasakan melalui perjuangan mencari tambahan nasi untuk para santriwati ( siswa perempuan ).
Pada malam itu merupakan shift terakhir untuk piket membagikan makan malam bagi yang piket kepada santriwati. Berdasarkan kesepakatan, demi ketertiban dan keadilan tugas piket ini menjadi tanggungjawab musyrifah ( pembina asrama untuk santriwati ) selain mengajar di sekolah. Mungkin karena perut terasa lapar dan sudah saatnya makan malam ditambah lagi cuaca dingin, sehingga dengan hidangan yang disediakan meningkatkan nafsu makan para santriwati setelah sholat maghrib.
Setelah santriwati mendapatkan makan malam dan mengambil posisi berkelompok, saatnya petugas piket juga memanfaatkan waktu untuk makan. Ditengah asyiknya menikmati suapan nasi, tiba – tiba terdengar suara “ nasi habis, ustadzah”. Ternyata masih ada yang belum mendapatkan makanan karena baru datang dari asrama. Spontan suapan nasi terhenti dan segera mengambil kekurangan nasi ke dapur yang letaknya terpisah dari ruang makan.
Disinilah kekuatan cinta itu muncul untuk segera ke dapur dengan menerobos hujan tanpa payung apalagi jas hujan. Yang terpikirkan bukanlah basah kehujanan, jalan tanah yang agak becek dan tergenang air, atau suasana yang remang – remang. Tetapi bagaimana anak – anak bisa segera makan malam. Pencarian nasi ke dapur tidaklah semulus yang dibayangkan karena sesampainya di dapur, persediaan nasi tidak ada karena sudah dibagikan ke santri ( siswa laki – laki ) dan waktu memasak akan dimulai besok paginya. Sungguh luar biasa, setelah kembali dari dapur dengan tangan kosong dan kedinginan; mereka tetap dapat makan malam karena ada hati yang terpanggil untuk saling berbagi kepada yang belum mendapatkan makanan.
Dari peristiwa ini menyadarkan tentang makna cinta yang luar biasa dari orang – orang yang menyayangi. Disini mengajarkan mahalnya harga cinta. Sebagai seorang pengajar sekaligus musyrifah saja memiliki panggilan jiwa yang kuat terhadap anak – anak yang terlahir dari rahim orang lain. Apalagi hal ini terjadi pada orang tua terhadap anak – anak yang dilahirkan sendiri. Sudah pasti harganya lebih mahal. Perjuangannya lebih dahsyat. Mungkin menerobos hujan dalam jarak tempuh yang ‘sejengkal’ untuk memenuhi kebutuhan anak – anaknya sudah lumrah.
Akan tetapi sangat disayangkan dengan apa yang terjadi saat ini. Banyak anak yang membeli murah cinta para orangtuanya. Salah satu indikasinya lihat saja tanggapan ( sikap ) anak – anak terhadap kesalahan orangtua. Kesalahan yang kecil bisa menjadi besar. Merasa lebih mulia dari orang tuanya karena telah bergelimangan harta. Juga tidak jarang menganggap orangtua kolot, tidak gaul, dan berbagai sikap merendahkan lainnya.
Sebuah cerita penuh hikmah tentang cinta dan kesabaran orangtua terhadap pertanyaan anaknya tentang burung gagak. Cerita ini entah kenyataan atau tidak tetapi lihatlah dari maknanya. Lebih kurang ceritanya seperti ini.
Pada suatu sore disebuah desa ada seorang tua duduk bersama anaknya yang  baru saja menyelesaikan studi dari perguruan tinggi ternama dikotanya. Mereka duduk di halaman sambil berbincang dan memperhatikan suasana disekitar mereka. Saat asyik berbincang hinggaplah burung gagak diranting pohon tepat didepan mereka. Si ayah sambil mengarahkan telunjuk kearah burung gagak bertanya, “ nak, apakah benda yang hitam itu?”. “Burung gagak,” jawab si anak. Lalu ayahnya mengganggukkan kepala. Sejenak kemudian si ayah mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya, lalu menjawabnya dengan sedikit keras. “ Burung  gagak, Ayah!”. Tanpa disangka, ayahnya kembali mengulang pertanyaan yang sama hingga lima kali. Dengan nada yang lebih tinggi, si anak kembali menjawab “ ITU BURUNG GAGAK, AYAH!”. Seketika ayah terdiam. Suasanapun menjadi hening. Setelah menghela nafas, si ayah berkata: “ nak, dulu saat engkau berusia lima tahun juga pernah melakukan hal yang sama.  Waktu itu engkau menunjuk kearah burung gagak yang hinggap. Setelah ayah menjawabnya, engkau masih menunjuk kearah burung gagak seperti yang Ayah lakukan. Dengan sabar Ayah menjawab semua pertanyaanmu hingga dua puluh lima kali. Tetapi hari ini ayah baru bertanya lima kali, engkau sudah kehilangan kesabaran. Mendengar semua itu, si anak tertunduk dalam penyesalan.
Jika kita pernah terjebak dalam perbuatan yang menyakiti hati orang tua maka merenunglah sejenak dengan hadist shahih yang diriwayatkan oleh Muslim: “Dari Suhaili, dari ayahnya dan dari Abu Hurairah. Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda : ”Merugilah ia ( sampai 3 kali ). Para Sahabat bertanya : ”siapa ya Rasulullah? Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :“Merugilah seseorang yang hidup bersama kedua orang tuanya atau salah satunya di saat mereka tua renta, namun ia tidak masuk surga”.
Mahalnya harga cinta orangtua tidak akan pernah mampu dibeli, meskipun dengan seluruh hidup seorang anak. Tugas seorang anak adalah  berbakti kepada orangtua. Dalam hal orangtua kurang memahami anak, itu adalah pertanggungjawaban orangtua kepada sang pencipta. Jadi janganlah dijadikan alasan untuk membeli murah cinta dan pengorbanan orangtua hanya karena merasa kuat.

 *Dimuat dalam koran harian singgalang  edisi Rabu,11 September 2013

Memaknai Hari Kelahiran




| Ditulis oleh: Atna Dewi |*


"Selamat ulang tahun.. kami ucapkan.. selamat ulang tahun… panjang umur kita ‘kan do’akan…
selamat sejahtera, sehat, sentosaaaa.. selamat panjang umur dan bahagiaaaa…"
 Satu lirik yang sangat familiar dan sering didengar. Lirik ini bukanlah dinyanyikan sembarangan waktu tapi tepat pada moment peringatan hari kelahiran seseorang. Biasanya sebelum dinyanyikan sering diawali dengan kejutan dari orang – orang terdekat atau teman kerja. Mulai dari dicuekin seharian atau bahkan semingguan, dimarah – marahi, dilempar dengan telur, diguyur dengan air blue, sampai dibaluri dengan tepung, dan sebagainya. Lalu setelah semua skenario terbongkar, semua pelaku dan korban saling tertawa.

Seperti itulah lebih kurang tradisi yang tak asing dilihat. Atau mungkin pembaca pernah merasakannya sendiri. Apalagi ulang tahun yang paling ditunggu, ulang tahun diusia tujuh belas tahun. Sweet seventeen kata kawla muda.

Tulisan ini bukan untuk membahas trik merayakan peringatan kelahiran atau memberikan kejutan untuk yang berulang tahun. Tetapi, bagaimana memaknai peringatan hari kelahiran.
Dilingkungan sekitar kita sering terlihat kemewahan peringatan hari kelahiran. Mulai dari cetak undangan, biaya hiburan, sewa tempat, dan kebutuhan lainnya. Bahkan terkadang melebihi kemewahan pesta pernikahan ( yang disunnahkan untuk diberitahukan kepada masyarakat).
Apa sebenarnya yang ingin dicapai dari perayaan ulang tahun tersebut? Perasaan bahagia, kado yang banyak dan mahal, ucapan istimewa dari si dia, atau hanya sekedar tradisi saja. Menurut hemat penulis kegiatan tersebut hanya kemubaziran.

Jika perasaan bahagia yang dicari dengan suatu perayaan, sungguh terlalu mahal mendapatkan kebahagiaan itu. Padahal mendapat kebahagiaan itu sangat sederhana. Bayangkan harus menunggu waktu satu tahun untuk sebuah perasaan sangat bahagia. Celakanya, tepat dihari ulang tahun ternyata menjadi moment yang terpahit. Berarti perasaan bahagia itu tidak pernah ada. Sungguh malang.

Jika ada yang mengatakan perayaan ulang tahun untuk sebuah kebahagiaan, tidak sepenuhnya benar. Karena banyak kegersangan yang dirasakan dalam kemewahan pesta.
Penulis ingin berbagi sebuah cerita tentang seseorang yang pernah ditemui. Tepatnya seorang senior satu fakultas. Layaknya masa remaja juga menginginkan perayaan hari lahir seperti teman – teman yang lain. Terlahir sebagai anak orang kaya tentunya tidak sulit untuk mengabulkan permintaan.

Dalam kemewahan pesta, para undangan berdatangan, hiburan telah didendangkan, makanan juga tidak ketinggalan menggoda untuk dicicipi, dan tidak ketinggalan yang berulang tahun juga telah didandan sebaik mungkin. Pesta berlangsung hingga dini hari. Satu persatu para undangan mulai bubar dengan diakhiri ucapan “ selamat ulang tahun ya.. bla.. bla..”. Kemudian cium pipi kanan dan cium pipi kiri ( cipika – cipiki ).

Dipenghujung pesta tinggallah ia sendirian. Hanya ditemani sisa makanan, sampah yang berserakan, dan dinginnya malam. Hampa dan menangis sendirian. Sepi dipenghujung pesta tanpa kebahagiaan. Dari pengalaman tersebut, walaupun hanya satu kisah yang pernah penulis dengar langsung, sepertinya masih ada kisah lain yang hampir sama alurnya.
Sejatinya merasakan kebahagiaan itu bukan dihari ulang tahun saja tetapi setiap saat. Beruntung dihari ulang tahunnya berjalan sesuai harapan jika sebaliknya maka si diri tidak bahagia sepenuhnya. Sekarang penulis mengajak pembaca untuk mampu memaknai hari kelahiran secara positif.

Sikap positif menjadikan hari lahir sebagai bentuk kesyukuran dan evaluasi diri. Bersyukur karena kita masih diberikan kepercayaan oleh Allah untuk menjadi penghuni bumi. Rasa syukur bukan harus ditunjukkan dengan sebuah pesta ( berfoya – foya ). Tetapi, bisa “dirayakan” dengan lebih peduli terhadap sesama. Misalnya berbagi dengan orang yang membutuhkan, bakti sosial, menjalin silaturahim, dan lain – lain.

Disisi lain, menjadikan moment hari kelahiran sebagai bentuk evaluasi diri. Melihat kembali dengan usia saat ini apa yang telah dilakukan dan persiapan untuk akhir usia kita. Dan melihat ketercapaian target kehidupan yang pernah ditorehkan. Termasuk mengevaluasi hubungan dengan Allah, merencanakan target beribadah lebih berkualitas ( khusyu’ ), dan kepribadian yang semakin shaleh.

Selamat ulang tahun!


 *Dimuat dalam koran harian Singgalang edisi 12 November 2014

Rabu, 03 Februari 2016

Rahasia Alam

| Karya: Zikri Anugerah Harahap |

Ku memandang dari kejauhan
Rerumputan yang terhampar luas
Bunga – bunga yang bermekaran
Kupu – kupu yang berterbangan
Langit sudah menjelang senja
Sang bulan dengan malu menampakkan wajahnya
Ditemani bintang – bintang yang bertaburan
Mega bergolak berarak
Seakan menghiasi langit gulita
Dan timbullah tanya dari qalbuku
Mengapa siang berganti malam
Dan sang mentari digantikan bulan
Mengapa waktu begitu cepat berjalan
Seakan tiada menanti masa
Banyak pertanyaan yang tak dapat kujawab
Sebab itulah rahasia alam

Hasil Seleksi PPDB 2015 | KLIK DISINI

Berita Sekolah

Info PPDB

Artikel Siswa

OSIS

Profil Sekolah

 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.