Berita Terbaru :
Headlines :

Profil Guru

Abri Maijon S.Pd.

Abri Maijon S.Pd Sekilas membaca namanya, orang menebaknya sebagai seorang TNI. Namun dia bukanlah sosok yang berlatar...

Kusrin, S.PdI

 Kusrin, S.PdIPria kelahiran Tanjung Pangkal 18 November 1984 ini dikenal sebagai seorang Dai....

Suci Ramadhani, SS

 Suci Ramadhani, SS Perempuan kelahiran Bangkinang 7 Juli 1983 ini tercatat sebagai orang lama di SMP IT Darul Hikmah....

Firdaus

 Firdaus Pria ini memang tidak banyak bicara, tapi sekali bicara ucapannya luar biasa....

Indra Budiman, MA.

 Indra Budiman, MA Ust Indra, begitu ia disapa. Pria kelahiran 1 November 1982 ini diamanahkan sebagai guru PAI SMP IT Darul Hikmah Ia menyibukkan dirinya...

Abdul Hadi, Lc

Abdul Hadi, Lc Beliau akrab dipanggil Ust Hadi. Lahir di Padang Panjang, 16 April 1982. Ayah 1 anak ini merupakan urang sumando, Pendidikan...

Agus Hendra

Agus Hendra Ust Agus, nama akrab beliau lahir di Sidomulyo 09 Agustus 1985. Terkenal kocak dan akrab bersama anak-anak…

Heppi Suriya, S.Pd

 Heppi Suriya, S.Pd Sosok yang dekat dan akrab dengan Anak-anak akhwat (putri), diasrama dan sekolah beliau dipanggil zah Heppi. …

Rahmat Illahi, S.Ds

Rahmat Illahi, S.Ds Ust. Rahil, begitu beliau akrab dipanggil. Orang Bukittinggi asli. Ia mengikuti pendidikan SD Islam Al-Ishlah…

Salman, S.SosI

 Salman, S.SosI Jika ada yang bertanya siapa yang mengurusi bagian konseling siswa di SMP IT Darul Hikmah…

Wiwid Widyaningsih, ST

 Wiwid Widyaningsih, ST Perempuan kelahiran Bandung 17 Mei 1975 ini diberikan amanah sebagai guru bidang studi IPA di SMP IT Darul Hikmah.....

Hermalini, S.Pd

 Hermalini, S.Pd Ustazah Lini, begitu ia akrab disapa. Perempuan kelahiran Air Bangis, 7 Juli 1987 ini ditugaskan sekolah...

Zul Isnaendi

 Zul Isnaendi Pria ini terkenal kocak dan cukup dekat dengan anak-anak. Segudang program sekolah bersama wakil kepala bidang kesiswaan …

Belli Rada Putra

 Belli Rada Putra Ust Belli, begitu ia akrab dipanggil. Pria kelahiran Rabbi Jonggor 11 Desember 1989 diamanahkan sebagai pembina asrama putra SMP IT Darul Hikmah....

Bagus Styo Wiyono, S.Si

 Bagus Styo Wiyono, S.Si Akrab dipanggil Ust. Bagus. Lahir di Kediri, 23 Maret 1986. Tamatan FMIPA jurusan Matematika ini dikenal...

Setio Wiyono, S.PdI

 Setio Wiyono, S.PdI Beliau orang jawa asli. Sosok guru yang dikenal ramah, mengajar bidang studi Bahasa Inggris. Lahir di Purworejo,...

Afrizal S.PdI

 Afrizal S.PdI Ust. Af, begitu ia akrab disapa. Pria Kelahiran Kumpulan 14 April 1988 ini diamanahkan sebagai musyrif...

Rahma Dhia Sucy, S.PdI

 Rahma Dhia Sucy, S.PdI Ia disapa Ustazah Rahma. Kelahiran Koto Baru, 1 April 1990. Dikenal sebagai sosok guru yang ramah dan disenangi...

Sinta Iryani, S.Pd

 Sinta Iryani, S.Pd Ustazah Riri, adalah sapaan ibu dua anak ini. Kelahiran Kumpulan, 11 Agustus 1985. Diamanahkan mengajar bidang studi IPS....

Deni Kurniati, S.Si

 Deni Kurniati, S.Si Ustzah Denia, begitu ia dipanggil. Selain sebagai guru Biologi, beliau diberi amanah sebagai musyrifah (pembimbing asrama putri)....

Deni Hendrianto, SIQ, S.PdI

 Deni Hendrianto, SIQ, S.PdI Ust. Deni begitu sapaan akrab beliau, dikenal sebagai seorang guru paling ceria diberbagai keadaan. Kelahiran Bandarejo, 09 Agustus 1985....

Emziwar, S.PdI

 Emziwar, S.PdI Beliau biasa dipanggil Ust. Em. Kelahiran Talu, 10 Oktober 1981. Diamanahkan untuk bisa membimbing....

Elvi Novia S., S.Si

 Elvi Novia S., S.Si Ustazah Epi, nama panggilan dari sosok guru yang disiplin ini lahir 21 November 1989 di Kapa Pasaman Barat, Mengampu mata pelajaran IPA ...

Zelsi Azima, A.Md

erwin Sosok yang satu ini biasa dipanggail ustzah Isil. Kelahiran Padang 5 Juni 1985 span>

Atna Dewi, SH

 Atna Dewi, SH Kelahiran Air Meruap, Kinali tahun 1988 ini merupakan guru mata pelajaran PPKN di SMP IT Darul Hikmah....

Elvi Rahmi, Lc

 Elvi Rahmi, Lc Sosok yang bergabung dengan SMP IT Darul Hikmah ini mengemban amanah sebagai penanggung jawab program tahfizul Quran bersama suaminya Ustad Abdul Hadi...

Nadiyah Syarifa, S.Pd

 Nadiyah Syarifa, S.Pd Kelahiran Padang Panjang, 10 Januari 1988 ini merupakan lulusan Universitas Negeri Padang jurusan Bahasa Indonesia....

Delfitriana, S.Pd

 Delfitriana, S.Pd Ustzah Del, sapaan akrab beliau, merupakan kelahiran Solok 22 Desember 1991. Menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Padang...

Misri Wulanda, S.PdI

 Misri Wulanda, S.PdI Sosok yang satu ini biasa dipanggail ustzah Misri. Kelahiran Malampah 2 Februari 1990 ini menempuh pendidikan...

Rozanna Ismarika, S.Pd

 Rozanna Ismarika, S.Pd Ustazah Zana, sapaan akrab beliau, merupakan kelahiran Air Bangis 26 Maret 1988. Menempuh pendidikan tinggi...

Denny Wani S., S.Pd

 Denny Wani S., S.Pd Sosok yang bergabung dengan SMP IT Darul Hikmah ini mengemban amanah sebagai....

Lika Wati S.Pd

 Lika Wati S.Pd Biasa dipanggil ustazah LIka, sosok yang bergabung dengan SMP IT Darul Hikmah ini mengemban...

Mailiza Rahmi, S.Pd

 Mailiza Rahmi, S.Pd Ustazah Rahmi, nama panggilan dari sosok guru SMP IT Darul Hikmah ini lahir 7 Mei 1989 di Plasma III Pasaman Barat. Mengampu mata pelajaran Matematika...


Artikel Guru

Nasihat

Kisah Inspiratif

Prestasi

Artikel

Puisi

Minggu, 17 Mei 2015

Ikhlas yang Sempurna


Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Alhamdulillah. Tiada yang patut disembah, selain Alloh Swt. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada yang mampu menciptakan dan mengurus alam raya yang luas ini, selain Alloh. Dan tiada yang sanggup mencukupi rezeki seluruh makhluk di alam ini, kecuali hanya Alloh. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, Rosululloh Saw. bersabda, “Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum Bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya, lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maa syaa Alloh. Kisah ini memberikan pelajaran besar bagi kita tentang makna keikhlasan. Kesempurnaan ikhlas yang ada di hati wanita itu telah membuatnya diampuni oleh Alloh dari dosa-dosanya. Bagaimana uraian keikhlasan yang bisa kita petik dari kisah ini?

Pertama, kejadian sang wanita memberi minum kepada seekor anjing itu tidak ada seorangpun yang melihat kecuali Alloh Swt. Kedua, bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita untuk turun ke dalam sumur, mengambil air dengan alas kakinya, kemudian naik kembali dan memberikan air itu kepada anjing yang kehausan tadi. Ini tentu pekerjaan berat. Namun, tidak ada yang berat jikalau dikerjakan dengan hati yang tulus ikhlas.

Ketiga, sang wanita ini sama sekali tidak mengharapkan ucapan terima kasih apalagi balas jasa, terlebih yang ia tolong hanyalah seekor anjing. Ini menunjukkan keikhlasan yang ada di dalam hatinya.

Saudaraku, ikhlas adalah sifat yang sangat dicintai oleh Alloh Swt. Ikhlas adalah gambaran hati yang hanya didominasi oleh Alloh semata. Tidak ada rasa ingin dilihat, ingin dipuji oleh orang lain, tidak ada keinginan untuk dihargai oleh orang lain, yang ada hanyalah rasa ingin dinilai oleh Alloh saja. Merasa cukup dengan penilaian Alloh saja.

Saudaraku, ikhlas adalah gambaran tauhiid yang bersih. Oleh sebab itulah Rosululloh Saw. mewasiatkan kepada kita untuk berhati-hati terhadap riya’ karena ia adalah perbuatan syirik kecil. Rosululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari apa yang aku takutkan menimpa kalian adalah syirkul ashghor (syirik kecil).” Maka para shahabat bertanya, ”Apa yang dimaksud dengan syirkul ashghor?” Beliau Saw. menjawab, “Ar riya’.” (HR. Ahmad)

Semoga kita selamat dari keadaan hati yang berpenyakit, yaitu hati yang kotor dengan niat selain niat lillaahi ta’alaa. Dan semoga Alloh senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tergolong hamba-hamba-Nya yang istiqomah menjaga hati untuk senantiasa ikhlas adalam beramal. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Senin, 11 Mei 2015

KABUT

Oleh | Agus Hendra

Kehadiranmu tak pernah dinanti
Gelap gulita menghampiri bumi
Sesak dirasakan nafas ini
Seakan gelap menyelimuti negeri
Semua orang seakan saling mencaci
Lagi, Kabut tak henti menghampiri
Orang serakahlah yang harus bertanggungjawab untuk ini
Ribuan nyawa seakan antri akan mati
Kabut, bukan salahmu kini
Kami sekarang baru mengerti
Bahwa semua salah diri
Mungkin sebagai azab dari Illahi

FENOMENA KEHIDUPAN

Oleh: Atifa dan Musrifatul

Kukatakan pada bulan bahwa mentari akan datang
Kan kukatakan pada bintang bahwa rembulan akan menghilang
Rerumputan bergoyang
Menggelitik perjalanan
Nafsu ku kian berulah
Padahal tangan ingin menengadah
Gelora asmara terus membara, walau hati takut neraka
Malam bergulir siang pun mengalir
Harapan menjadi luntur
Karena terus diterkam impian
Nafsu yang mendalam melenakan dari perjuangan
Namun kamauan menenggelamkan hasutan setan
Itulah fenomena kehidupan

Nasehat Untuk Kawan

Oleh | Atna Dewi

Lelah yang engkau rasakan, akupun sama..
Bahkan keinginan untuk pergi pun sering menggoda
Akumulasi waktu berjalan
Menyisakan rasa berat tak terdefenisikan
Engkau menjadikan amanah tak terselesaikan
Sekali lagi jangan lakukan
Itu suatu kedzaliman
Inginku berbagi segudang perasaan
Tetapi engkau terjebak paradigma “ tidak bisa “
Dalam lelah kubawa memejamkan mata
Beban fikiran semakin menantang..
Sosok – sosok mendamba “ ketenangan “ terus terbayang
Lalu, rasapun semakin tak bertahan
Bertekad untuk mengucapkan selamat jalan
Tapi..
Sejenak siluet cahaya memasuki ruang
Terlukis wajah polos para penghafal Al Quran
Lirih berucap “ jangan tinggalkan kami “.

Jumat, 08 Mei 2015

Alas Kaki

Oleh | Atna Dewi

Alas kaki. Siapa yang tidak mengenalnya. Alas kaki ( sepatu atau sandal ) adalah hal yang selalu diingat. Terutama saat berpergian atau keluar rumah. Alas kaki tidak hanya dipakai diluar ruangan. Tetapi juga didalam ruangan, misalnya ke kamar mandi, didalam rumah bagi penderita reumatik, atau dalam kesempatan lainnya. Seperti itulah kebutuhan terhadap alas kaki.

Ketiadaan alas kaki ketika bepergian membuat seseorang tidak nyaman itu hal biasa. Tetapi ketidaknyamanan seseorang ketika memakai alas kaki yang tidak terawat dengan baik ( baca: tidak bersih ) itu baru luar biasa. Menurut penulis, itu menjadi nilai tambah bagi seseorang yang mampu memikirkannya.

Alas kaki merupakan bagian paling bawah dari diri seseorang. Sehingga jarang diperhatikan apalagi menjadi perhatian khusus. Walaupun hanya sepasang alas kaki, tidak jarang dibiarkan kotor bahkan sampai beberapa waktu lamanya. Alasannya bukan karena tidak ada air untuk mencucinya. Tetapi kebiasaan buruklah yang membentuknya. 

Biasanya perhatian terhadap alas kaki tidak seperti bagian atas dari diri kita seperti jilbab, topi, syal, baju, rok/celana, atau aksesoris lainnya. Difaktori kecendrungan kita yang lebih memperhatikan sesuatu yang mudah terlihat oleh orang lain. Alhasil jadilah nasib alas kaki “berkarat” setiap berpergian.

Mengenai alas kaki banyak hal yang bisa kita bahas, seperti kebersihan dan kerapian. Sikap tidak perhatian terhadap alas kaki bahkan sering berakibat fatal. Kenapa? Karena bagian ini bisa menjadi ukuran kepribadian seseorang yaitu kebersihan dan kerapian.

Logika sederhananya, ketika seseorang mempunyai perhatian khusus terhadap hal paling bawah ( kecil ) dari dirinya seperti alas kaki. Secara tidak langsung bisa ditarik kesimpulan secara umum ia akan memiliki perhatian lebih terhadap hal besar lainnya.

Sorotan lainnya mengenai alas kaki. Ada tipe orang hanya memiliki satu pasang alas kaki untuk dipakai kemanapun. Sehingga orang – orang sudah mafhum dengan tuan si sandal. Sepasang alas kaki untuk kergi kepasar, ke tempat ibadah, kesekolah, ke kamar mandi, dan lain – lain. Satu pasang alas kaki untuk semua. All in One bahasa kerennya.

Parahnya, jika seseorang itu tinggal di daerah basah ( becek ). Jadilah, alas kaki yang bernoda dibawa kemana – mana. Sungguh tidak nyaman dipandang mata.

Selain kebersihan, kerapian tentang alas kaki juga memiliki hubungan “persaudaraan”. Kita sering melihat tumpukan/parkiran sandal ditempat keramaian yang tidak beraturan. Akibat alas kaki yang tidak beraturan terjadi kemacetan ketika peserta acara/kegiatan sama – sama keluar dari lokasi. Tidak hanya itu bahkan kejadian yang sering didengar/saksikan (atau pengalaman pribadi pembaca ) tentang alas kaki yang tertukar atau sengaja ditukar.

Meskipun ada sebagian orang mengganggap bagian ini tidak penting tetapi ketahuilah dari kebiasaan ini sekali lagi bisa melihat keperibadian seseorang.

Menjaga kebersihan alas kaki itu tidak harus mahal. Sebab alas kaki tidak harus berstatus baru setiap dipakai. Ia bisa diciptakan dengan mencuci rutin terutama dimusim penghujan. Hal terpenting lainnya adalah menyesuaikan alas kaki dengan kondisi bepergian. Sehingga alas kaki ke kantor tidak sama dengan ke tempat ibadah. Tidak sama juga dengan alas kaki ke pasar atau ke kamar mandi.

Seperti itu juga dengan menjaga kerapian. Ia hanya dimulai dengan kebiasaan untuk meletakkan secara baik dan rapi ditempat yang disediakan. Suatu kebiasaan semuanya berawal dari satu kali dan dilakukan terus – menerus. Jadilah kita memulai sesuatu yang baik dan melakukannya secara berulang – ulang.

Yang Terpuji, Yang Teruji | Oleh @salimafillah

“Aku ingin agar dia dipuji, di langit dan di bumi.”

Begitu ‘Abdul Muthalib berkata sembari menimang sang bayi yang berwajah cahaya. Senyumnya bangga, rautnya gembira, air mukanya renjana. Dengan teguh dijawabnya para tetua Quraisy yang tadi menggugat, “Mengapa kauberi nama dia Muhammad; nama yang tak pernah digunakan oleh para leluhur kita yang hebat?”

Dan Muhammad senantiasa terpuji, hingga para pembencinya tak mampu mencaci. Ibn Ishaq meriwayatkan dalam Sirah-nya; bahwa setelah turun Surah Al Lahab yang menyebut Ummu Jamil sebagai ‘wanita pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut’, perempuan itupun mencari-cari Kanjeng Nabi.

Di salah satu sudut Masjidil Haram, diapun berjumpa Abu Bakr Ash Shiddiq. Maka segera dia menghardik, “Di mana sahabatmu itu hai putra Abu Quhafah? Dia pikir hanya dia yang sanggup bersyair hah? Sungguh akupun pandai menyusun sajak tuk membuatnya susah!” Lalu diapun mulai mendaras gubahannya.
Mudzammam ‘si tercela’ kami abaikan
Agamanya kami benci bersangatan
Perintahnya kami tentang sekalian
Bakdanya, wanita keji yang hobi menabur duri di laluan Baginda Nabi ini bersungut-sungut pergi. Maka Ash Shiddiq pun menoleh dengan wajah pias-pias terkesima pada sosok yang ada di sebelahnya. “Apakah dia tak melihat engkau Ya RasulaLlah? Dia datang dan menanyakanmu, lalu mencaci maki seakan kau tak di sini; padahal di sisiku paduka berdiri?”

Senyum tersungging di bibir mulia, lalu lisan Al Mushthafa memekarkan sabda, “Allah mentabiri pandangannya dari diriku duhai Aba Bakr.” Abu Bakr mengangguk, iman di dadanya kian berduduk, jiwa dan raganya sempurna tunduk.

“Tidakkah kau perhatikan bagaimana Allah menjaga diri dan namaku hai Aba Bakr?”, ujar Sang Nabi dengan renyah, “Mereka menghina dan menista Mudzammam, padahal aku adalah Muhammad.”

Betapa dahsyat nama Muhammad. Hingga yang hendak menjelekkannya pun tak bisa tidak harus memuji jika menyebut asmanya. Atau jika membalik namanya dari Muhammad ‘si terpuji’ pada Mudzammam ‘si tercela’, menjadi salah-sasaranlah cercaannya.

Tetapi orang terpuji tidaklah terlepas dari uji. Maka Al Amin, yang tepercaya, yang menjunjung kejujuran sebagai permata hidupnya akan terhenyak ketika pada suatu hari dia digrambyang, “Dusta kau hai Muhammad!”

Mari bayangkan 40 tahun hidup yang bersih tanpa cacat; semua orang berkata padanya, “Benarlah kau duhai Muhammad! Janjimu tepat! Kau tunaikan amanat!” Lalu ketika kebenaran samawi bahwa tiada Ilah selain Rabb mereka dipikulkan ke pundaknya, tiba-tiba semua berkata, “Engkau dusta!”

Semua kan diuji atas hal yang paling dijunjung tinggi hati. Ibrahim pada cintanya hingga penyembelihan putra, Maryam pada kesuciannya hingga hamil tanpa sentuhan pria, Muhammad pada kejujurannya hingga dituduh berdusta. Shalawat bagi mereka yang telah lulus sempurna. Bagaimana dengan kita?

termuat dalam UMMI, Oktober


sepenuh cinta

salim a. fillah

ARTIKEL SISWA | MY ENEMY IS MY BEST FRIEND

Oleh: Musrifatul Kharomah

Hempasan keping – keping malam membisik ditelingaku untuk bangkit dari mati suriku. Tiada suka sebelum duka. Tiada bahagia sebelum lara. Tiada sayang sebelum ta’arufan. Itulah frase – frase yang terselip dihatiku saat menjelajah daerah baru. Pahit tidak terduga hingga aku mual sebelum mencoba. 

Sungguh dahsyatnya hati yang belum mengenal mereka sebelumnya. Jika hati dapat meluahkan kata – kata secara spontan lebih baik kutak hadir dalam kehidupan mereka. Mengapa aku harus terdampar disini. Tetapi apa boleh buat. Nasi telah menjadi bubur. Apalagi perjalanan nasi menjadi bubur ini juga karena orangtuaku. Enak tidak enak harus dikatakan enak. Itulah penguatan yang mungkin bisa kupegang.

Ini merupakan kisah sewaktu aku kelas 3 SD. Di sebuah desa kecil Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itulah nama tempatnya. Sebelum sampai ditempat tujuan dari Pulau Sumatera, rasanya sayang jika perjalanan kesana terlewatkan. Waktu itu masih dalam perjalanan awal ke Tegal. Pertama kali menginjakkan kaki kedalam bus dengan suasana yang dihadapi sangat pengap, bising, aroma tidak sedap, dan pakaian yang basah karena cucuran keringat. Semuanya campur aduk. Lumayan kalau campur aduknya menjadi sepiring gado – gado. Enak dimakan. Alhasil, sebelum berangkat muntahku sudah tidak sabar untuk keluar sebelum pak sopir tancap gas.

Setelah melewati perjalanan yang sangat melelahkan. Aku dan keluarga sampai juga ditempat tujuan. Satu sisi aku bahagia dengan keluarga besar tetapi disisi lain aku menjadi canggung. Mengapa? Karena seminggu sejak kedatanganku, bisa dikatakan aku tidak mempunyai teman. Apalagi aku bukanlah orang fleksibel dalam pergaulan.

Dalam kesendirianku berfikir, tidak enak ternyata dikampung sendiri. Waktu terus berjalan, akhirnya aku memiliki teman; Faisal, Lesy, Keisya, Rudoh, Jeki, Adah, Tesa, Nesya, Lidya, Roni, dan Eko. Ternyata satu dari mereka yaitu Roni tidak menyukaiku. Entah mengapa aku tidak pernah tahu alasannya saat itu. Aku berfikir, apa kesalahan yang telah kulakukan. Padahal aku pendatang baru disini.

Hari – hari inginku lalui dengan kebahagiaan. Tetapi saat ada Roni dalam permainan kami, perasaanku menjadi tidak enak. Melihat sikapnya yang tidak bersahabat, dengan sifat kekanak-kanakannya aku juga terbawa emosi jadinya. Bawaannya tidak enak hati, jika berbicara sering bernada tinggi.

Pada suatu hari yang membuatku mulai tersadar, mungkin disinilah jalanku untuk tidak larut dengan sikap kasar tanpa alasan bahkan cenderung terbawa emosi. Hari itu aku menemukan buku diarynya. Hatiku tertarik untuk membalik halaman demi halaman. Dari isi diarynya sejenak aku tercenung. Aku ingat pasti kata per katanya. Lebih kurang yang kuingat: “ Mus, Kalaupun kamu menganggapku seorang musuh tetapi aku menganggapmu sebagai seorang sahabat terbaikku dari yang lainnya. Terima kasih, Mus. Kehadiranmu menyadarkanku atas kekuranganku selama ini. Mungkin caraku saja yang tidak cocok dengan karaktermu”. Seingatku setelah membacanya, hati merasa iba, menangis, dan menyesali. Sebenarnya bukan isi diarynya yang membuatku menangis tetapi keegoisanku. Sikapku yang keterlaluan, membalas sikapnya dengan kemarahan dan bentakan. 

Setelah membaca curahan hatinya didiary tersebut, aku berlari penuh penyesalan. Diujung pelarian langkah kakiku, tepat dibawah pohon mangga aku bertemu dengannya, teman yang semula ku anggap musuh bebuyutanku. Ku tatap dia, secara spontan bibirkupun berkata, “ Maafkan aku, Ron. Telah lancang membaca diary mu dan bersikap tidak baik selama ini padamu”.

***

Setelah kejadian itu aku, Roni dan teman – teman lainnya menikmati hari – hari penuh kebahagiaan. Sejak saat itulah perasaanku tanpa beban lagi. Semua “racun emosi” rasanya telah menemukan penawarnya. Indahnya menjalani kehidupan tanpa penyakit hati sebagaimana yang telah diajarkan dalam islam.

Diujung masa liburan panjangku untuk kembali ke pulau Sumatera, aku menuliskan surat untuk Roni. Dalam surat itu ada bertuliskan “ Musuhku adalah sahabat terbaikku”. Kata itu kutuliskan berukuran besar dan berwarna – warni agar indah dipandang mata dan tidak jemu memandangnya.

Saat keberangkatanku ke pulau Sumatera, mereka memberikan kado sebagai kenang – kenangan yang isinya sepasang ikat rambut dan cincin mainan. Bagiku keikhlasan merekalah yang sangat berharga yang menambah kehangatan persahabatan. Hingga kini aku masih merasakan bulir – bulir kesejukan persahabatan itu walaupun kami berada dipulau yang berbeda.

Hasil Seleksi PPDB 2015 | KLIK DISINI

Berita Sekolah

Info PPDB

Artikel Siswa

OSIS

Profil Sekolah

 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.