Blogger Widgets
Berita Terbaru :
Headlines :

Entri Populer

Seleksi PPDB Gelombang Pertama

Kumpulan Kultwit

Prestasi

Berita Sekolah

Minggu, 20 April 2014

Polemik Soal UN




Foto Doc. Pribadi Abri Maijon
Abri Maijon
(Staf Pengajar SMP IT Darul Hikmah)
 


Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK tahun ini sedikit mengusik perhatian publik dengan munculnya figur tokoh yang dimuat pada naskah soal ujian. Pro kontra berdatangan karena tokoh yang dimaksud sedang digadang sebagai calon presiden RI. Opini publikpun merebak, munculnya tokoh politik pada naskah UN dianggap sebagai bentuk kampanye, menyasar pemilih pemula ditingkat SMA/sederajat.
Di tengah pro kontra pelaksanaan Ujian Nasional yang difasilitasi kemendikbud. UN hampir selalu meninggalkan permasalahan, tahun 2013 lalu soal UN bermasalah karena pendistribusian soal ujian yang terlambat. Berbagai sekolah di jenjang SMA/sederajat di 11 propinsi wilayah Indonesia tengah ditangguhkan UN-nya karena soal yang terlambat datang ke lokasi.  kejadian pertama pelaksanaan UN terburuk dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Tahun ini, ditemukan tiga soal pada naskah ujian yang berbeda memuat nama gubernur DKI sekaligus calon Presiden RI Joko Widodo. Diantaranya pada naskah soal ujian Bahasa Indonesia SMA (jurusan IPS), yang diujikan Senin 14/4, Sosiologi jenjang SMA, Selasa diujikan 15/4, dan Bahasa Inggris sekolah menengah kejuruan (SMK), Rabu diujikan 16/4.
Naskah ujian pada soal Bahasa Indonesia memuat biografi dan sepak terjang Joko Widodo. Pada dokumen soal mata ujian Sosiologi Joko Widodo muncul dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).
Tak cukup dengan Bahasa Indonesia dan Sosiologi, soal yang memuat mantan walokota Solo itu muncul pada Naskah Bahasa Inggris berisi  keberatannya atas kebijakan pemerintah pusat tentang rencana pemasaran mobil murah karena akan menambah macet jalanan di Ibu Kota. Penggalan naskah Bahasa Inggris ditulis,  Jokowi also plans to restrict the used private vehicle. He ensures this plan will not be successful when cheap cars are coming on the streets of the capital.
                Kisruh ujian nasional yang mengundang banyak komentar dan perdebatan bahkan kecaman di dunia maya terutama pengguna media sosial.  Kemendikbud sebagai pihak yang bertanggungjawab akhirnya menjawab berbagai tudingan, wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim menyatakan soal ujian sudah sesuai prosedur dan tidak ada hubungannya dengan persoalan politik.
Akan tetapi pada bagian lain Mendikbud Muhammad Nuh menyatakan akan mengusut tim pembuat naskah UN tersebut. Keraguan banyak pihak akhirnya bermunculan. Jika sudah melalui prosedur yang benar kenapa harus mengusut tim pembuat soal?
Pihak kemendikbud memang harus menjelaskan secara jujur dan terbuka tentang dimuatnya nama Jokowi secara beruntun. Sekiranya tim perumus dan penulis soal menggunakan tokoh lain yang netral dan objektif tentu akan lebih nyaman diterima. Seperti halnya tokoh ekonom Indonesia, ilmuwan Indonesia, olah ragawan, pahlawan dan seterusnya.
Sisi lain yang perlu dicermati adalah penggunaan kata pada kalimat  yang tidak lazim tertera dalam naskah ujian nasional, seperti halnya istilah ‘blusukan’. Berikut penggalan kalimat pada pada soal wacana Bahasa Indonesia menggunakan istilah blusukan; … Sejak 15 Oktober, Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI. Tokoh yang jujur dan selalu bekerja keras ini dikenal dengan gaya blusukannya ke pelosok ibukota.
Kata blusukan bukan bahasa Indonesia resmi, dan tidak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai pedoman penggunaan bahasa Indonesia yang lazim.
Penggunaan Bahasa pada soal ujian juga sudah diatur dalam Pedoman Penyusunan Penulisan Soal Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Kemdikbud, disebutkan setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dan tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
Selanjutnya jika pihak kemendikbud mengatakan kecolongan atau tidak tahu tentang perihal penulisan soal, sepertinya juga agak bertentangan dengan konsep Puspendik Litbang Kemendikbud. Tentang ketentuan penulisan soal, Puspendik berwenang, diantaranya menyusun dan membagikan spesifikasi naskah soal kepada para penulis soal; menyeleksi dan menentukan butir soal terpilih; memberhentikan keanggotaan sebagai penulis soal berdasarkan pertimbangan kompetensi, kualitas soal, keplagiatan, dan ketentuan lainnya.
Adapun penulis soal menurut panduan Puspendik merupakan individu yang dipilih dan ditetapkan Puspendik. Dan ia wajib mentaati semua ketentuan yang berlaku tentang penulisan soal.
Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan Puspendik jelas tidak ada celah untuk ‘bermain’, karena tertuang aturan yang berlaku antara pihak kemendikbud dan penulis soal. Wallahualam.

Kamis, 06 Maret 2014

Me-Recycle Bin TIK


Abri Maijon
Kepala SMP IT Darul Hikmaht/Guru TIK

Mata Pelajaran TIK akan dihapus! Begitu ledek seorang teman sesama guru kepada saya. Menanggapi dihilangkannya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari daftar mata pelajaran pendidikan nasional, menyusul diberlakukan kurikulum baru pengganti kurikulum KTSP. Rencananya perubahan akan diberlakukan serentak disetiap sekolah mulai Juli 2014. Perampingan mata pelajaran oleh Kemdikbud, dan TIK  adalah salah satu mata pelajaran yang terpental tentu saja bukan informasi baru.
Sejak dimulai perbincangan tentang rencana perubahan kurikulum pendidikan, kita sudah mengetahui dan bahkan sebagian juga terlibat dalam perdebatan pro kontra. Ada yang mendukung dan tak sedikit pula yang menolak tentang dideletenya mapel yang baru saja diperkenalkan pada kurikulum 2006 silam, dan mulai diajarkan dua tahun berikutnya.
Untuk mendapatkan masukan dan tanggapan masyarakat Kemendikbud menyediakan ruang diskusi di halaman khusus pada uji publik kurikulum baru pada 2013 lalu. Namun hasil perbincangan dan masukan itu seolah abai begitu saja.
Dalam struktur kurikulum baru, mapel TIK akan diintegrasikan pada semua mapel lainnya berdasarkan konsep pendidikan yang berbasis TIK. Semua guru diminta menerapkan sistim pembelajaran yang berbasis TIK. Demikian menurut Mendikbud Muhammad Nuh, salah satu alasan mapel TIK dihilangkan.
Pemerintah beranggapan bahwa siswa sudah tidak perlu diperkenalkan lagi dengan TIK, karena mereka sudah mampu mengoperasikan komputer, internet, dan perangkat komunikasi lainya.
Memang diakui ada diantara siswa, bahkan mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sekalipun tanpa harus diajari sudah mampu menyalakan komputer. Begitupun internet, mereka telah mampu membuka browser, melakukan pencarian melalui mesin pencari, menggunakan jejaring sosial, game online dan seterusnya.
Begitu tinggi penghargaan pemerintah terhadap sekolah dan siswa tanah air. Seolah tak ada lagi persoalan. Namun, apakah demikian halnya semua siswa di setiap sekolah? Apakah semua siswa di setiap wilayah dari sabang sampai merauke sudah mendapatkan bekal merata dan sama? Akankah semua guru punya pengetahuan yang memadai untuk melengkapi bahan ajarnya berbasis komputer? Entahlah! Kita tentu dapat menjawabnya.
Kita menyayangkan hilangnya mapel TIK. Padahal pelajaran ini termasuk yang disukai siswa, menantang, menarik karena selalu saja ada perkembangan teknologi baru setiap waktu. Bahkan ketika mengajarkan materi yang terkait dengan multimedia, bahasa pemograman, dan komputer jaringan, tak sedikit diantara mereka yang berminat kelak melanjutkan sekolah ke fakultas ilmu komputer.
Mestinya pelajaran TIK diperkaya dan dipertajam. Bukan karena alasan fasilitas yang tidak tersedia di sekolah atau minimnya tenaga pengajar yang berlatar belakang ilmu komputer, kemudian mapelnya dihapus. Mestinya secara bertahap bisa dilengkapi, karena merupakan tanggungjawab pemerintah.
Di samping pengetahuan teknis, pembelajaran TIK harusnya lebih ditekankan tentang media sosial, UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE), bagaimana berinternet sehat, mengembangkan industri kreatif melalui internet, membuat blog, web, email, dan etika berbagi (sharing) di dunia maya.
Agak berbeda dengan negara lain, seperti halnya pemerintah Inggris sangat fokus dengan pelajaran TIK, bahkan negara itu memberikan beasiswa khusus untuk para pengajarnya. Menurut mereka akses pada teknologi modern memungkinkan siswa belajar secara independen untuk menyiapkan diri di kehidupan modern. Pilipina juga mengajarkan TIK dan pemograman komputer. Di Singapura ICT adalah mata pelajaran yang diajarkan disekolah.
Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab untuk menyediakan fasilitas TIK yang memadai di sekolah. Fasilitas tersebut, jika belum memungkinkan, tidak harus digunakan sebagai alat bantu proses belajar mengajar, tetapi cukup diadakan untuk dipelajari. Karena daya saing bangsa mulai sekarang ditentukan oleh sejauh mana warga bangsa menguasai TIK. 


SMP IT Darul Hikmah Rampungkan PPDB Gelombang I



Foto: Ust Masnil, SP (Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Hikmah membuka acara pembukaan seleksi masuk siswa baru SMP IT Darul Hikmah. 
 
SMP IT Darul Hikmah termasuk yang lebih awal membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun pelajaran 2014/2015. Sebagai lembaga pendidikan yang berstatus swasta, pendaftaran diawal waktu itu lazim dilakukan. Sekolah yang menjuarai UN tingkat kabupaten Pasaman Barat ditahun 2013, dan mengungguli nilai Pra UN tahun ini dan tahun sebelumnya telah membuka pendaftaran siswa baru gelombang pertama sejak tanggal 20 Januari 2014.
Kepala SMP IT Darul Hikmah, Abri Maijon, S.Pd menyampaikan pendaftaran gelombang pertama sudah berakhir tanggal 02 Maret 2014 silam.  Seleksi digelombang pertama dan hasil seleksi juga sudah rampung dan diumumkan tanggal 5 Maret 2014. Pendaftar gelombang pertama mencapai 140 orang, membludak dibanding tahun sebelumnya. Tahapan seleksi ujian tulis untuk mata pelajaran Matematika, IPA dan PAI. Seleksi berikutnya adalah tes baca qur’an, serta pemeriksaan kesehatan. Rangkaian wawancara orang tua calon siswa dan calon siswa juga dilakukan pada hari yang sama.
Rangkain seleksi seperti ujian tulis dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan potensi calon siswa dibidang akademik. Tes baca qur’an dalam rangka mengethui baca qur’an untuk kesiapan mengikuti program hafalan Qur’an setelah diterima sebagai siswa SMP IT Darul Hikmah. Sedangkan tes kesehatan yang dilakukan oleh tim medis untuk mengetahui kesiapan fisik calon siswa.  
Hasilnya yang akan diterima dari seleksi gelombang pertama adalah 53 orang, dan lulus cadangan 5 orang. Lebih jauh Abri Maijon menyampaikan, karena alasan keterbatasan sarana fasilitas fisik sekolah seperti ruang belajar dan asrama siswa, maka penerimaan dibatasi dengan saringan cukup ketat.
SMP IT Darul Hikmah adalah sekolah terpadu dengan menggabungkan kurikulum SMP umum dengan pembinaan keislaman yang kuat. Semua siswa dan 90 persen tenaga pendidik, serta seluruh unsur pimpinan sekolah sudah tinggal diasrama dan satu komplek. Sekolah ini sedang pendapat apresiasi dan respon positif masyarakat, karena model pendidikan dan pembinaan siswanya berkualitas dan menyentuh terhadap perkembangan serta  kesholehan diri peserta didiknya.
Setelah seleksi dan penerimaan calon siswa gelombang pertama resmi ditutup, kini dibuka kesempatan pendaftaran gelombang ke dua mulai tanggal 05 Maret sampai 17 Mei 2014. Seleksi ujian masuk 18 Mei 2014. Dan pengumuman seleksi tanggal 21 Mei 2014.  Untuk informasi lengkap dapat mengakses laman www.smpitdarulhikmah.sch.id.
Hasil seleksi dapat dilihat pada link berikut: http://www.smpitdarulhikmah.sch.id/2014/03/hasil-seleksi-ppdb-gelombang-pertama_4.html

Selasa, 04 Maret 2014

HASIL SELEKSI PPDB GELOMBANG PERTAMA TAHUN 2014

Berikut lampiran surat keputusan HASIL SELEKSI PPDB GELOMBANG PERTAMA





Selamat kepada peserta Seleksi PPDB SMP IT Darul Hikmah t/a 2014-2015 yang sudah LULUS.

Kamis, 16 Januari 2014

Minggu Pagi di Pembibitan Ikan Bung Hatta



Minggu adalah hari yang ditunggu banyak orang untuk berlibur.  Hari itu juga akhir pekan yang menyenangkan yang biasa digunakan untuk agenda santai dan berkumpul serta bermain bersama seluruh anggota keluarga.  
            Demikian halnya dengan SMP IT Darul Hikmah, akhir pekan kali ini dipakai untuk agenda yang amat bermanfaat.  Minggu, 12 Januari 2014 silam dilaksanakan jalan santai sekaligus kunjungan edukatif ke sebuah lokasi pembibitan ikan milik Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta Padang, di Padang Halaban Nagari Kapa, Kec. Luhak Nan Duo Pasaman Barat.
            Agenda ini diikuti seluruh siswa putra SMP IT Darul Hikmah kelas VII – IX, didampingi para guru pembimbing. Rombongan berangkat dari SMP IT Darul Hikmah usai menunaikan sholat subuh berjamaah dan program tahfizh Qur’an. Tepat pukul 06.00 WIB peserta terlihat telah berkumpul di lapangan sekolah lengkap dengan seragam olah raga rapi. Karena seluruh siswa dan pembimbing berdomisili di asrama, rombongan lebih mudah dikoordinir dan berangkat tepat waktu. Terlihat peserta cukup antusias dan semangat menyusuri perjalanan sepanjang 3000 meter dari lokasi sekolah hingga mencapai lokasi.
Rombongan yang di pimpin Ust. Agus Hendra disambut hangat oleh Yuliandri, SE, pegawai Universitas Bung Hatta yang ditugaskan khusus oleh pihak kampus menjaga dan merawat tempat balai pembibitan. Tempat itu cukup menakjubkan, karena seluas 2 hektar terhampar petak kolam yang diisi berbagai jenis ikan air tawar. Mulai lele hingga ikan hias. Seluruh siswa berkesempatan menyambangi setiap kolam yang tersebar di area itu. Turut serta dalam rombongan, Kepala SMP IT Darul Hikmah, Abri Maijon, S.Pd dan pembina Asrama Ust. Salman, S.PdI, dan Ust. Hengki Fikra.
Usai menikmati perjalanan mengelilingi hampir seluruh petak kolam, rombongan duduk disebuah pondok lengkap dengan bangku serta meja yang sepertinya sengaja disediakan untuk tempat pelayanan masyarakat atau stand diskusi serta riset mahasiswa Bung Hatta. Di tempat itu rombongan telah ditunggu Bapak Yuliandri dan siap memberikan penjelasan kepada siswa perihal keberadaan kolam dan pembibitan ikan, sesuai dengan yang diminta sekolah.
Pertemuan itu berlangsung menarik dan cair, diberikan kesempatan bertanya untuk siswa dan pembimbing. Pak Yul, mengisahkan sejarah kolam dibangun tahun 1985 yang awalnya milik pengusaha berkebangsaan Jerman. Pada saat yang sama telah dimulai program pembibitan yang semua benih (ikannya) adalah bibit unggul. Bibit ikan kala itu dibagikan kepada masyarakat secara gratis, bagi siapa saja yang datang menjadi petani ikan. Kala itu juga program perkebunan plasma sawit yang berada di daerah Jambak dan sekitarnya, juga digulirkan oleh pengusaha yang sama.   
Pihak Universitas Bung Hatta kemudian membeli lokasi pembibitan. Namun kini bagi masyarakat yang membutuhkan bibit ikan, harus merogoh kecek mengeluarkan sedikit biaya sebagai pengganti operasional dan perawatan sesuai jumlah bibit ikan yang dibutuhkan. Pak Yul melanjutkan satu ekor ikan produktif sejenis ikan Nila dapat menghasilkan 15.000 buah telur. Tingkat keberhasilan menetas menjadi anak ikan mancapai 40%  dari jumlah telur. Pria berbadan subur ini menghimbau, untuk konsumsi harian, masyarakat mestinya tidak perlu membeli ikan, cukup sediakan kolam di belakang rumah yang siap diisi ikan. Kapan butuh ikannya dapat diambil. “mengkonsumsi ikan membuat otak menjadi pintar, apa lagi di masa pertumbuhan seusia pelajar seperti anda” lanjutnya.
Setelah lama berdiskusi, rombongan terlihat puas, pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih. Rombonganpun kembali menuju sekolah*

Info PPDB

Artikel Siswa

Artikel

OSIS

Profil Sekolah

 

© Copyright WEBSITE RESMI SMP IT DARUL HIKMAH PASAMAN BARAT 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.